Ornamen Header
Mahasiswa UMM Sabet Juara di Kompetisi Business Plan Nasional
Mahasiswa UMM Sabet Juara di Kompetisi Business Plan Nasional
3 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabet Juara di Kompetisi Business Plan Nasional. Foto/Dok/UMM
JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong para mahasiswanya untuk mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Salah satunya adalah dalam aspek berbisnis. Berkat dorongan inilah, tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM merancang rencana bisnis kreatif berbasis digital.

Menariknya, ide yang digagas oleh M. Rifqi Fakhar, Dewi Fajar Sari, dan Fikrie Syaiful Huda itu berhasil menyabet juara 3 pada lomba business plan yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Adapun perhelatan yang memiliki format daring tersebut dilaksanakan sejak Juni dan pemenang diumumkan pada Senin (5/7) lalu.

Baca juga: Keren, Mahasiswa UI Harumkan Nama Bangsa di Kompetisi Kapal Internasional

Rifqi, salah satu anggota tim Lucid Dream menerangkan bahwa ide ini berangkat dari permasalahan akan monotonnya pembelajaran daring tengah pandemi. Hal itu berefek pada meningkatnya tingkat kebosanan yang dialami para peserta didik. Hingga akhirnya para anggota tim memutuskan nuntuk merencanakan bisnis yang akan dilombakan.



“Kami mencoba memberi solusi dengan merancang sebuah platform yang membantu para pengajar agar bisa lebih kreatif dalam membuat materi pembelajaran. Platform ini kekinian karena berbasis digital,” tegasnya menerangkan.

Ia kembali menambahkan bahwa business plan yang dirancang merupakan model bisnis media kreatif dengan platform website. Mereka menyebutnya dengan nama Creatidu.com. Creatidu dirancang untuk menawarkan jasa berbayar kreasi dan kolaborasi, sehingga media pembelajaran selama pandemi lebih kreatif dan Inovatif.

Baca juga: Dosen UGM Bagikan Tips Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi

Harapannya, para peserta didik tidak merasa bosan saat jam pelajaran dilaksanakan. Sistem digital juga memberikan kemudahan tersendiri bagi para pengajar karena bisa membuat atau memesan konten yang diinginkan tanpa harus bertatap muka.

Ditanya ihwal kendala, Rifqi mengaku bahwa timnya mengalami beberapa halangan. Salah satu yang paling utama adalah keadaan pandemi. Seringkali ketika mereka berdiskusi secara daring, sinyal beberapa kali hilang. Hal itu membuat proses diskusi berjalan tidak lancar.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!