Singkirkan 99 Universitas Ternama, Tim Mahasiswa UGM Raih Emas di IEI2C 2021
Selasa, 13 Juli 2021 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
“Ide untuk merancang inovasi ini berawal dari permasalahan air bersih pada daerah tepi pantai. Usulan inovasi yang diajukan sebagai solusi atas permasalahan tersebut ialah sistem sumber energi terbarukan berbasis Hybrid Floating Photovoltaic-Vertical Axis Wind Turbine sebagai sumber energi pengolahan air bersih menggunakan sistem reverse osmosis,” terang Resa dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Selasa (13/7).
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Lab UGM Maksimalkan Pemeriksaan Sampel Covid-19
Resa memaparkan penggunaan sistem Hybrid Floating Photovoltaic-Vertical Axis Wind Turbine didasarkan kepada potensi daerah Pacitan yang memiliki potensi energi surya dan energi angin yang cukup baik. Inovasi ini terdiri dari 3 buah panel surya dengan ukuran 1m x 1,6m serta 3 buah turbin angin berjenis Savonius-Darrieus Wind Turbine yang disusun secara seri.
Ia menambahkan dari hasil kalkulasi yang telah dilakukan, untuk menyuplai energi reverse osmosis berkapasitas 1000 L dengan kebutuhan energi 10 kWh/hari diperlukan 1 buah modul Hybrid Floating Photovoltaic-Vertical Axis Wind Turbine. Dengan energi yang dibangkitkan sebesar 12.38 kWh/hari.
Tim Eko Engineer berharap inovasi yang diusungkan ini dapat mendukung terimplementasinya poin SDGs berupa SDG no 7 (Renewable Energy). Selain itu, bentuk inovasi juga bisa jadi pertimbangan untuk pengembangan energi terbarukan lainnya dalam rangka optimalisasi elektrifikasi di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Lab UGM Maksimalkan Pemeriksaan Sampel Covid-19
Resa memaparkan penggunaan sistem Hybrid Floating Photovoltaic-Vertical Axis Wind Turbine didasarkan kepada potensi daerah Pacitan yang memiliki potensi energi surya dan energi angin yang cukup baik. Inovasi ini terdiri dari 3 buah panel surya dengan ukuran 1m x 1,6m serta 3 buah turbin angin berjenis Savonius-Darrieus Wind Turbine yang disusun secara seri.
Ia menambahkan dari hasil kalkulasi yang telah dilakukan, untuk menyuplai energi reverse osmosis berkapasitas 1000 L dengan kebutuhan energi 10 kWh/hari diperlukan 1 buah modul Hybrid Floating Photovoltaic-Vertical Axis Wind Turbine. Dengan energi yang dibangkitkan sebesar 12.38 kWh/hari.
Tim Eko Engineer berharap inovasi yang diusungkan ini dapat mendukung terimplementasinya poin SDGs berupa SDG no 7 (Renewable Energy). Selain itu, bentuk inovasi juga bisa jadi pertimbangan untuk pengembangan energi terbarukan lainnya dalam rangka optimalisasi elektrifikasi di seluruh Indonesia.
(mpw)
Lihat Juga :