Kemendikbudristek: Riset Terapan-Pendidikan Vokasi Dongkrak Pertumbuhan UMKM
Kamis, 15 Juli 2021 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
Tim Riset Keilmuan Terapan Kemdikbudristek, Heddy Agah mengatakan, pendidikan vokasi itu sangat membutuhkan tempat untuk pelatihan, dan mau tidak mau harus bekerja sama dengan UMKM serta pelaku industri skala besar atau kecil.
Solusi yang diberikan salah satunya melalui Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen PT Vokasi, yakni sebuah program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek dengan sumber dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program ini, kata Heddy, bertujuan menciptakan riset terapan yang berbasis pada demand driven atau persoalan rill yang dihadapi langsung, baik oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI) maupun masyarakat.
“Kami berusaha menyambungkan apa yang diberikan dunia vokasi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di industri,” ujar Heddy. “Politeknik mendapat pengalaman bagaimana UMKM bekerja, dan UMKM tahu bagaimana cara meningkatkan usaha mereka.”
Selain itu, Kemdikbudristek juga mengembangkan penelitian berbasis demand driven, atau yang didasarkan pada tantangan dan permasalahan nyata yang ada di industri, UMKM dan masyarakat, salah satu contohnya adalah digitalisasi. Keistimewaan dari program ini adalah tim periset yang merupakan akademisi dari pendidikan tinggi vokasi dan mahasiswa harus bekerja secara kolaboratif, integratif, dan multidisiplin.
Sehingga, nantinya yang terlibat adalah insan vokasi dari lintas prodi dengan tujuan untuk menjawab tantangan DUDI, UMKM, serta masyarakat. Dengan demikian, antara vokasi dengan UMKM akan menjadi mitra yang mencari solusi bersama-sama.
Solusi yang diberikan salah satunya melalui Program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen PT Vokasi, yakni sebuah program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek dengan sumber dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program ini, kata Heddy, bertujuan menciptakan riset terapan yang berbasis pada demand driven atau persoalan rill yang dihadapi langsung, baik oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI) maupun masyarakat.
“Kami berusaha menyambungkan apa yang diberikan dunia vokasi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di industri,” ujar Heddy. “Politeknik mendapat pengalaman bagaimana UMKM bekerja, dan UMKM tahu bagaimana cara meningkatkan usaha mereka.”
Selain itu, Kemdikbudristek juga mengembangkan penelitian berbasis demand driven, atau yang didasarkan pada tantangan dan permasalahan nyata yang ada di industri, UMKM dan masyarakat, salah satu contohnya adalah digitalisasi. Keistimewaan dari program ini adalah tim periset yang merupakan akademisi dari pendidikan tinggi vokasi dan mahasiswa harus bekerja secara kolaboratif, integratif, dan multidisiplin.
Sehingga, nantinya yang terlibat adalah insan vokasi dari lintas prodi dengan tujuan untuk menjawab tantangan DUDI, UMKM, serta masyarakat. Dengan demikian, antara vokasi dengan UMKM akan menjadi mitra yang mencari solusi bersama-sama.
(mpw)
Lihat Juga :