Mahasiswa Unpad Kembangkan 5 Software untuk Pengindraan Jauh dan Fisika Batuan
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
“Kita bisa lihat apakah di suatu wilayah cocok ditanami kelapa, atau rambutan, misalnya, sehingga bisa tahu lahan itu cocoknya buat apa,” papar Irwan.
Perangkat lunak terakhir adalah “MataBDG” (http://grid.unpad.ac.id/~matabdg/). Perangkat ini juga khusus digunakan untuk melihat potensi wilayah di Bandung Raya, mulai dari data indeks (NDVI, NDWI, NDBI dan suhu tanah), hingga data tutupan lahan, dan data kualitas udara.
Perangkat lunak MataBDG dikhususnya untuk menyajikan data pengindraan jauh di Bandung. “Karena kita ada di Bandung dan ingin memberikan kontribusi, sehingga software ini bermanfaat bagi Bandung,” sambungnya.
Irwan mengatakan, sejumlah perangkat lunak sudah pernah dipresentasikan di berbagai pertemuan ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, perangkat lunak Indraja Buana dan Pajabat juga pernah memenangkan kompetisi bergengsi yang digelar Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).
Tidak hanya itu, kelima perangkat lunak ini juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta dari Direktur Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI untuk kategori jenis ciptaan program komputer.
Ke depan, tim Geofisika Unpad akan terus melakukan pengembangan dan pembaruan, utamanya mengombinasikan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga menambahkan sejumlah parameter lain.
Perangkat lunak terakhir adalah “MataBDG” (http://grid.unpad.ac.id/~matabdg/). Perangkat ini juga khusus digunakan untuk melihat potensi wilayah di Bandung Raya, mulai dari data indeks (NDVI, NDWI, NDBI dan suhu tanah), hingga data tutupan lahan, dan data kualitas udara.
Perangkat lunak MataBDG dikhususnya untuk menyajikan data pengindraan jauh di Bandung. “Karena kita ada di Bandung dan ingin memberikan kontribusi, sehingga software ini bermanfaat bagi Bandung,” sambungnya.
Irwan mengatakan, sejumlah perangkat lunak sudah pernah dipresentasikan di berbagai pertemuan ilmiah tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, perangkat lunak Indraja Buana dan Pajabat juga pernah memenangkan kompetisi bergengsi yang digelar Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI).
Tidak hanya itu, kelima perangkat lunak ini juga telah memperoleh Surat Pencatatan Hak Cipta dari Direktur Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI untuk kategori jenis ciptaan program komputer.
Ke depan, tim Geofisika Unpad akan terus melakukan pengembangan dan pembaruan, utamanya mengombinasikan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga menambahkan sejumlah parameter lain.
(mpw)
Lihat Juga :