Alumni PMII Bentuk Asosiasi Dosen Pergerakan, Siapkan SDM Unggul dan Profesional

Senin, 23 Agustus 2021 - 17:21 WIB
loading...
Alumni PMII Bentuk Asosiasi...
Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) yang berasal dari kalangan akademisi, tenaga pengajar dari pelbagai perguruan tinggi membentuk Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP). Foto/Ist
A A A
JAKARTA -
Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) yang berasal dari kalangan akademisi, tenaga pengajar dari pelbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta bersepakat membentuk Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP). Asosiasi ini dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, profesional, dan berakhlakul karimah.

Ketua Umum Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, Ph.D, mengatakan pembentukan ADP merupakan tindaklanjut pertemuan Muktamar Pemikiran alumni PMII yang digelar pada awal April 2021 lalu di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur. Lahirnya ADP sangat momentum, sesuai dengan prediksi para pakar, bahwa setelah abad 21, dari lingkungan kaum pesantren akan panen kaum cerdik pandai, educated yang mendunia.

Baca juga: Terdampak Pandemi, PTKIN Kemenag Beri Potongan UKT Mahasiswa Hingga 100%

"Kalau abad lalu lahirnya doktor di lingkungan NU bisa dihitung jari, malah sering susah cari SDM doktor NU. Tapi di abad 21 ini, tidak hanya doktor dalam dan luar negeri dari kaum Pesantren tumbuh subur, fakta saat ini adalah pengukuhan para Profesor santri (PMII) menghiasi berita-berita negeri daring dan luring," kata Abdurrahman, alumni UCLA, AS di sela-sela persiapan peluncuran dan rakernas I ADP, Senin (23/8/2021) di Jakarta.

Dosen peraih beasiswa Fulbright AS empat kali ini menambahkan, dalam muktamar Pemikiran alumni PMII sebelumnya menyimpulkan terdapat tiga kunci kontribusi dosen-dosen bagi Indonesia Emas, yaitu database dosen yang solid, pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan profesi dosen, dan diversifikasi keilmuan.

Lebih lanjut menurut guru besar UIN Walisongo Semarang ini, keberadaan ADP dimaksudkan sebagai wadah profesi dosen seluruh Indonesia untuk memberi ruang dalam peran dan pengembangan SDM. Asosiasi Dosen Pergerakan lahir dalam rangka menjawab dinamika sosial yang terjadi di masyarakat. "ADP ini diharapkan menjadi ruang artikulasi para dosen dan wadah untuk pengembangan SDM dosen di Indonesia," harap Abdurrahman.

Baca juga: Psikolog UB Ungkap Dampak Kuliah Daring bagi Mahasiswa

Menurut mantan Kepala Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI (2014-2020) ini dalam Muktamar Pemikiran Dosen Alumni PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulung Agung, terdapat sembilan rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh ADP. "Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII itu kita terjemahkan melalui program kerja yang akan dibahas dalam kegiatan Rakernas ini," cetus dia.

Sembilan rekomendasi Muktamar Pemikiran PMII tersebut di antaranya pengembangan perspektif Islam Indonesia yang bersendikan kearifan lokal, membangun hubungan antara keilmuan dan pembangunan nasional/internasional, distribusi dosen secara adil dan proporsional di lingkungan Kemendikbud dan Kemenag, peningkatan kapasitas pengembangan dan distribusi pengetahuan melalui publikasi ilmiah, peningkatan kapasitas kepemimpinan, dan manajemen pengetahuan.

Di samping itu, ADP diharapkan bisa mengawal pengembangan serta penguatan jejaring akademik-kepemimpinan untuk memperkokoh Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), distribusi program beasiswa S-2 dan S-3 yang adil dan merata serta langkah afirmatif khususnya bagi dosen yang berasal dari perguruan tinggi yang berkembang, terbentuknya jejaring kajian, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di kalangan dosen dan lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). ADP mendorong pemerintah untuk menginisiasi dan mereplikasi program studi vokasional yang berorientasi pemenuhan tuntutan pasar kerja global.

Baca juga: 1.723 Mahasiswa S2-S3 Resmi Diterima di Universitas Brawijaya

Kepengurusan ADP ini dipimpin oleh Ketua Umum Prof. H. Abdurrahman Mas'ud, M.A., Ph.D. dan Sekretaris Umum dijabat oleh Dr. A. Luthfi Hamdi. Masa kepengurusan ADP ini berlangsung hingga empat tahun ke depan. Pengurus ADP tidak hanya terdiri atas dosen yang tersebar di pelbagai perguruan tinggi di Indonesia baik swasta maupun negeri (PTN/PTS/PTKI/PTKIN), namun juga berasal dari perguruan tinggi di luar negeri seperti King Fahd University hingga Monash University.

Tokoh-tokoh yang ikut mengawal asosiasi dosen ini di antaranya adalah K.H. Said Aqil Siradj, M.A., Ketua Umum PBNU sebagai Ketua Majelis Penasihat, Drs. H. Akhmad Muqowam, Ketum PB IKA-PMII sebagai Ketua Majelis Pertimbangan, dan Prof. Dr. Nur Syam, mantan Sekjen Kemenag RI sebagai Ketua Majlis Pakar. Selain itu beberapa ilmuwan di luar negeri juga turut mendukung di majelis tersebut di antaranya: Prof. Dr. Sumanto Al Qurtuby (King Fahd University), Prof. Dr. Shalahudin Kafrawi, Ph.D. (USA), dan Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Ph.D (Monash University, Australia).

Menurut ketua panitia pelaksana kegiatan, Dr. Muhammad Faisal, kegiatan peluncuran sekaligus Rakernas I ADP ini bakal dihelat pada 26-28 Agustus 2021 secara hibrid, memadukan kegiatan luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring). “Kegiatan luring dipusatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang akan dihadiri secara terbatas (maksimal 20 orang) dan selebihnya peserta mengikuti melalui platform digital yang diikuti sekitar 2.500 peserta se-Indonesia,” terang Faisal.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Rekomendasi
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved