Psikolog Sarankan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap
Senin, 30 Agustus 2021 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
"Sekolah tatap buka bisa diprioritaskan bagi guru yang sudah mendapatkan vaksinasi ataupun prioritas jenjang. Ada dua kriteria yang memerlukan tatap muka, mereka yang akan lulus dan persiapan masuk perguruan tinggi ataupun mereka yang baru masuk yang memerlukan orientasi. Untuk itu, simulasi perlu dilakukan untuk penerapan protokol kesehatan dan tidak mungkin dilakukan sekaligus," jelas Iqbal, Senin (30/8/2021).
Bila didapati kasus/kluster baru, kata Iqbal, sekolah harus segera dihentikan dan dilakukan penelusuran. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyiapkan panduan dan SOP dalam pembelajaran tatap muka
"Simulasi dan adaptasi bisa dilakukan dengan mengatur jadwal kedatangan dan kepulang an agar tidak terjadi kerumunan, demikian juga dengan penggunaan ruang kelas, pembagian jadwal kelas hingga kesiapan dukungan sarana dan prasarana," ujarnya.
Untuk mencegah 'Learning Loss' dan mengejar ketertinggalan, Iqbal juga menyarankan pemerintah membuat sekolah program sekolah berasrama ataupun program intensif bagi siswa yang akan lulus dan memasuki perguruan tinggi.
"Program ini bisa dengan membuat pola 'Training Centre' ataupun bekerja sama dengan sekolah yang sudah ada dengan menitipkan siswanya ataupun dengan pesantren, karena di saat pandemi sekolah berasrama dan pesantren terbukti bisa berjalan dan ini adalah salah satu solusi mencegah terjadinya 'Learning Lost'," pungkasnya.
Bila didapati kasus/kluster baru, kata Iqbal, sekolah harus segera dihentikan dan dilakukan penelusuran. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyiapkan panduan dan SOP dalam pembelajaran tatap muka
"Simulasi dan adaptasi bisa dilakukan dengan mengatur jadwal kedatangan dan kepulang an agar tidak terjadi kerumunan, demikian juga dengan penggunaan ruang kelas, pembagian jadwal kelas hingga kesiapan dukungan sarana dan prasarana," ujarnya.
Untuk mencegah 'Learning Loss' dan mengejar ketertinggalan, Iqbal juga menyarankan pemerintah membuat sekolah program sekolah berasrama ataupun program intensif bagi siswa yang akan lulus dan memasuki perguruan tinggi.
"Program ini bisa dengan membuat pola 'Training Centre' ataupun bekerja sama dengan sekolah yang sudah ada dengan menitipkan siswanya ataupun dengan pesantren, karena di saat pandemi sekolah berasrama dan pesantren terbukti bisa berjalan dan ini adalah salah satu solusi mencegah terjadinya 'Learning Lost'," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :