Cerita Siswa Kembali ke Sekolah, Merasa Canggung dan Bingung seperti Anak Baru
Rabu, 08 September 2021 - 19:03 WIB
loading...
Seorang siswa SDN Semper Barat 01 Pagi, Jakarta, Rabu (1/9/2021) saat akan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di sekolah. FOTO/Magang/Fazjri Abdillah
A
A
A
JAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) memberikan pengalaman baru kepada para siswa. Mereka sempat merasakan kecanggungan menginjakkan kaki kembali di sekolah setelah lama belajar online atau daring.
Seperti diungkapkan Shabira Talita, murid kelas 2 SDN 07, Klender, Jakarta Timur, yang sejak beberapa waktu lalu melaksanakan PTM. Meski telah 1,5 tahun bersekolah di sana, Shabira mengungkapkan dirinya merasa menjadi orang paling asing di kelas. "Aku bingung, nggak kenal semuanya," kata Shabira didampingi ayahnya, Ghani, Senin (6/9/2021).
Saat awal masuk kelas Rabu 1 September 2021 lalu, Shabira tak banyak bicara. Keaktifannya di rumah nyaris tak terlihat di sekolah. Gadis mungil itu hanya banyak berdiam diri menunggu ditanya guru. Shabira yang kala itu duduk di barisan kedua dengan berjaga jarak tampak kebingungan saat belajar di sekolah. Maklum saja, dia selama ini hanya belajar online dan belajar di rumah bersama ayahnya.
Baca juga: Wiku Adisasmito: Asesmen Nasional untuk Sekolah di Daerah Level 4 Ditiadakan
Selama menerima pembelajaran, Shabira tak banyak bicara. Ia hanya menuliskan beberapa materi yang diperintahkan gurunya yang tertulis di papan. Sangat serius. Satu lembaran kertas putih di buku pun dia tuliskan. "Saat itu pengennya cepet pulang," kata Shabira.
Menjelang akhir pembelajaran, Shabira mulai membiasakan diri. Ia terihat mengobrol dengan teman di sisi kiri hingga jam pelajaran berakhir. "Yah wajar namanya juga baru masuk sekolah lagi," kata Ghani, ayah Shabira.
Kini Shabira telah berubah sejak hari pertama sekolahnya itu. Keaktifan yang biasa ditunjukkan di rumah mulai terlihat di sekolah. Ia pun malah sering aktif mengobrol dengan teman-teman. Kecanggungan saat awal PTM, nyaris tak terlihat.
Seperti diungkapkan Shabira Talita, murid kelas 2 SDN 07, Klender, Jakarta Timur, yang sejak beberapa waktu lalu melaksanakan PTM. Meski telah 1,5 tahun bersekolah di sana, Shabira mengungkapkan dirinya merasa menjadi orang paling asing di kelas. "Aku bingung, nggak kenal semuanya," kata Shabira didampingi ayahnya, Ghani, Senin (6/9/2021).
Saat awal masuk kelas Rabu 1 September 2021 lalu, Shabira tak banyak bicara. Keaktifannya di rumah nyaris tak terlihat di sekolah. Gadis mungil itu hanya banyak berdiam diri menunggu ditanya guru. Shabira yang kala itu duduk di barisan kedua dengan berjaga jarak tampak kebingungan saat belajar di sekolah. Maklum saja, dia selama ini hanya belajar online dan belajar di rumah bersama ayahnya.
Baca juga: Wiku Adisasmito: Asesmen Nasional untuk Sekolah di Daerah Level 4 Ditiadakan
Selama menerima pembelajaran, Shabira tak banyak bicara. Ia hanya menuliskan beberapa materi yang diperintahkan gurunya yang tertulis di papan. Sangat serius. Satu lembaran kertas putih di buku pun dia tuliskan. "Saat itu pengennya cepet pulang," kata Shabira.
Menjelang akhir pembelajaran, Shabira mulai membiasakan diri. Ia terihat mengobrol dengan teman di sisi kiri hingga jam pelajaran berakhir. "Yah wajar namanya juga baru masuk sekolah lagi," kata Ghani, ayah Shabira.
Kini Shabira telah berubah sejak hari pertama sekolahnya itu. Keaktifan yang biasa ditunjukkan di rumah mulai terlihat di sekolah. Ia pun malah sering aktif mengobrol dengan teman-teman. Kecanggungan saat awal PTM, nyaris tak terlihat.
Lihat Juga :