Ornamen Header
Berprestasi di Usia Muda, Ini Sederet Prestasi Stanve di Kompetisi Global
Berprestasi di Usia Muda, Ini Sederet Prestasi Stanve di Kompetisi Global
Stanve Avrilium Widjaja, tengah melanjutkan studinya di National University of Singapore (NUS) dengan program studi matematika. Foto/Ist
JAKARTA - Indonesia sejatinya tidak kekurangan para pelajar cerdas dan berprestasi . Bahkan sudah banyak siswa yang di usia mudanya meraih penghargaan di perlombaan bidang akademik di kancah bergengsi internasional.

Salah satunya adalah seorang siswa berusia 18 tahun dari Sekolah IPEKA BSD, Stanve Avrilium Widjaja . Stanve telah langganan mengikuti lomba matematika bahkan semenjak dirinya duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga: Kisah Perjuangan Albarr, Mahasiswa Termuda yang Akhirnya Diterima di FK UNAIR

Berbagai prestasinya di usia muda ini didasari karena ia sangat menyukai angka. Selain itu Stanve juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sejak kecil. Latar belakang inilah yang menjadikan ia tidak hanya meraih prestasi untuk dirinya sendiri namun negara juga ikut turut harum dibuatnya.



Dari banyaknya perlombaan dan penghargaan yang ia raih, Stanve mampu meraih medali emas dalam ajang olimpiade bergengsi yakni International Mathematical Olympiad (IMO) 2020 dan Tuymaada 2020. Prestasinya berlanjut di IMO 2021 Stanve juga berhasil meraih medali perak yang diselenggarakan di Rusia.

Stanve sendiri mengakui bahwa berkompetisi di IMO itu memiliki kesan tersendiri di dirinya. Hal ini karena IMO sendiri merupakan olimpiade berkelas di bidang sains terbesar di dunia bagi siswa-siswi SMA dengan soal tersulit di dunia.

“Yang paling berkesan si apa ya tetep IMO karena salah satu lomba dengan soal tersulit di dunia,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Tertarik Kuliah di Cambridge? Beasiswa Bill Gates Siap Danai hingga Rp351 Juta Per Tahun

IMO sendiri diikuti oleh para siswa terhebat dari seluruh mancanegara. Namun katanya, saingan terberat yang dihadapi di IMO ialah peserta dari 3 negara yakni Amerika Serikat, Cina dan Rusia dimana pelatihan yang didalami peserta ketiga negara ini dilakukan secara konsisten.

“Saingan terberat semua orang pasti dari negara-negara yang konsisten sih kayak Amerika terus China sama Rusia gitu, yang pelatihannya juga bukan dari sekolah atau komunitas lagi tapi sudah terpusat,” jelas Stanve.



Kini Stanve tengah melanjutkan studinya di National University of Singapore (NUS) dengan program studi matematika.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!