Ornamen Header
Gagas Listrik dari Sampah, Mahasiswa IPB University Juarai Kompetisi Nasional
Gagas Listrik dari Sampah, Mahasiswa IPB University Juarai Kompetisi Nasional
Tim mahasiswa IPB University juarai KBMK 2021. Foto/Dok/IPB University
JAKARTA - Tiga mahasiswa IPB University meraih Juara 1 Kategori Manajemen Operasional dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2021. Mereka menggagas Trust in Trash yakni pengelolaan sampah hingga menjadi listrik

Mereka tergabung dalam Tim Kujang yang terdiri dari Syalma Nabila Kamal (Departemen Agribisnis-Fakultas Ekonomi dan Manajemen), Fahmi Ramadhan (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem-Fakultas Teknologi Pertanian) dan Tiara Azzahra (Departemen Manajemen -Fakultas Ekonomi dan Manajemen).

KBMK sendiri merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kompetisi dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan pada tahun ini diselenggarakan sejak 19 April hingga 16 September 2021.

Dalam lomba ini, Tim Kujang menggagas solusi inovatif bagi permasalahan manajemen operasional PLTSA Sumur Batu di Bekasi yang diberi nama Trust in Trash.



Baca juga: Mahasiswa IPB University Manfaatkan Sarang Burung Walet untuk Produk Kesehatan dan Kecantikan

Trust in Trash merupakan program terintegrasi yang terdiri atas tiga program utama yakni trust in collaboration, aplikasi Trust in Trash, dan program trust in society.

"Trust in Trash adalah gagasan pengelolaan sampah hingga menjadi listrik. Langkah pertama adalah memilah sampah menjadi dua kelompok, sampah kering dan sampah basah. Sampah yang telah dipilah kemudian dimasukkan ke dalam vending machine bank sampah,” papar Syalma melalui siaran pers, Rabu (22/9/2021).

Sampah yang telah dimasukkan ke dalam vending machine, lanjutnya, akan dipisahkan menggunakan sensor kelembaban dan instrumen pengukuran. Sensor ini yang akan memilah sampah menjadi dua kategori yaitu sampah basah dan sampah kering.

Mesin akan mengategorikan sampah sebagai sampah basah jika kadar air yang terkandung di dalam sampah lebih dari 60 %. Menurut Fahmi, jika vending machine sudah penuh, sistem akan memberikan informasi kepada pihak PLTSa melalui aplikasi untuk mengangkut jenis sampah yang penuh menuju PLTSa.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!