Remaja Rentan Alami Masalah Kejiwaan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Selasa, 28 September 2021 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Usia 24 Tahun, Diva Kurnianingtyas Doktor Termuda di Wisuda ITS
Dia menjelaskan, stres ada tiga paradigma. Yakni stres fisiologi yakni di mana tubuh beradaptasi dengan stres yang dialami manusia. Namun bila stres terjadi terus menerus maka beban organ tubuh menjadi berat hingga tubuh pun menjadi sakit dan mempengaruhi kemampuan berpikir dan mental. Kemudian ada stres secara psikologis dan ada stres sosial.
Kemudian dia menjelaskan mengenai gangguan kecemasan (anxiety). Menurutnya, kecemasan adalah stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Gangguan kecemasan ditandai dengan merasa panik, khawatir berlebihan yang menjadi irasional misal social phobia.
Selanjutnya ada depresi, dia menjelaskan, ciri khas depresi adalah kehilangan semangat dan minat ataupun merasa sedih terus menerus atau sebaliknya merasa tersinggung minimal 2 minggu. Depresi juga ditandai dengan berat badan berkurang atau malah bertambah drastis. Kemudian ada pikiran tentang kematian atau keinginan melukai diri sendiri.
"Jika kalian melihat ada teman atau keluarga dengan kondisi seperti ini selama 2 minggu, jangan dibiarkan. Harus segera diintervensi. Semakin cepat masalah mental itu diintervensi maka akan semakin baik kondisinya bisa diperbaiki," katanya.
Octaviani mengatakan, stres, kecemasan dan depresi bisa diatasi. Dia pun menjelaskan langkah-langkah untuk mengatasinya. Pertama, katanya, harus dikenali dulu kondisi emosi dalam diri.
Kemudian jika merasa sedih secara terus menerus, katanya, maka jangan dibiarkan terlalu lama dan harus segera mencari bantuan. Lalu langkah ketiga adalah lakukan konseling apabila diperlukan.
Dia menjelaskan, stres ada tiga paradigma. Yakni stres fisiologi yakni di mana tubuh beradaptasi dengan stres yang dialami manusia. Namun bila stres terjadi terus menerus maka beban organ tubuh menjadi berat hingga tubuh pun menjadi sakit dan mempengaruhi kemampuan berpikir dan mental. Kemudian ada stres secara psikologis dan ada stres sosial.
Kemudian dia menjelaskan mengenai gangguan kecemasan (anxiety). Menurutnya, kecemasan adalah stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Gangguan kecemasan ditandai dengan merasa panik, khawatir berlebihan yang menjadi irasional misal social phobia.
Selanjutnya ada depresi, dia menjelaskan, ciri khas depresi adalah kehilangan semangat dan minat ataupun merasa sedih terus menerus atau sebaliknya merasa tersinggung minimal 2 minggu. Depresi juga ditandai dengan berat badan berkurang atau malah bertambah drastis. Kemudian ada pikiran tentang kematian atau keinginan melukai diri sendiri.
"Jika kalian melihat ada teman atau keluarga dengan kondisi seperti ini selama 2 minggu, jangan dibiarkan. Harus segera diintervensi. Semakin cepat masalah mental itu diintervensi maka akan semakin baik kondisinya bisa diperbaiki," katanya.
Octaviani mengatakan, stres, kecemasan dan depresi bisa diatasi. Dia pun menjelaskan langkah-langkah untuk mengatasinya. Pertama, katanya, harus dikenali dulu kondisi emosi dalam diri.
Kemudian jika merasa sedih secara terus menerus, katanya, maka jangan dibiarkan terlalu lama dan harus segera mencari bantuan. Lalu langkah ketiga adalah lakukan konseling apabila diperlukan.
Lihat Juga :