Mahasiswa FTUI Raih Top Three Winners di Ajang Pertamuda Seed and Scale 2021
Kamis, 07 Oktober 2021 - 19:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Keren, 2 Santri Ini Ciptakan Robot Canggih Pendeteksi Covid-19
Inovasi dan ide bisnis Tekpang mengantar tim FTUI meraih predikat Top Three Winners dan mendapatkan dana pembinaan sebesar 100 juta rupiah yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, disaksikan oleh direksi dan manajemen Pertamina Grup pada awarding night yang diselenggarakan langsung di Bali pada 30 September – 3 Oktober 2021.
Tim FTUI mengangkat inovasi teknologi pembuatan pupuk nitrat cair sebagai solusi penguatan ketahanan pangan pasca-pandemi Covid-19 yang diberi nama Tekpang. Alat yang dibuat oleh tim FTUI ini berbasis teknologi contact glow discharge electrolysis yang merupakan teknologi terbarukan, murah, dan ramah lingkungan, dalam pembuatan pupuk nitrat sebagai solusi atas kelangkaan pupuk di masa pandemi Covid-19.
Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi plasma yang tidak menghasilkan residu dan mengonsumsi energi 2,5 kali lebih rendah dibandingkan dengan Proses Haber-Bosch (proses konvensional).
Dengan penggunaan daya energi yang lebih rendah, maka alat Tekpang dapat menghasilkan biaya produksi pupuk yang lebih murah. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan teknologi yang terbilang sederhana, mesin Tekpang dapat dengan mudah didistribusikan ke petani-petani kecil di desa.
“Kami berharap dengan adanya teknologi ini, para petani di daerah dapat memproduksi sendiri pupuk, sehingga biaya produksi pupuk menjadi lebih rendah, dan ide bisnis ini dapat mempunyai efek domino untuk memecahkan masalah-masalah sosial lainnya seperti kemiskinan,” ujar Muhammad.
Inovasi dan ide bisnis Tekpang mengantar tim FTUI meraih predikat Top Three Winners dan mendapatkan dana pembinaan sebesar 100 juta rupiah yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, disaksikan oleh direksi dan manajemen Pertamina Grup pada awarding night yang diselenggarakan langsung di Bali pada 30 September – 3 Oktober 2021.
Tim FTUI mengangkat inovasi teknologi pembuatan pupuk nitrat cair sebagai solusi penguatan ketahanan pangan pasca-pandemi Covid-19 yang diberi nama Tekpang. Alat yang dibuat oleh tim FTUI ini berbasis teknologi contact glow discharge electrolysis yang merupakan teknologi terbarukan, murah, dan ramah lingkungan, dalam pembuatan pupuk nitrat sebagai solusi atas kelangkaan pupuk di masa pandemi Covid-19.
Teknologi ini merupakan pengembangan dari teknologi plasma yang tidak menghasilkan residu dan mengonsumsi energi 2,5 kali lebih rendah dibandingkan dengan Proses Haber-Bosch (proses konvensional).
Dengan penggunaan daya energi yang lebih rendah, maka alat Tekpang dapat menghasilkan biaya produksi pupuk yang lebih murah. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan teknologi yang terbilang sederhana, mesin Tekpang dapat dengan mudah didistribusikan ke petani-petani kecil di desa.
“Kami berharap dengan adanya teknologi ini, para petani di daerah dapat memproduksi sendiri pupuk, sehingga biaya produksi pupuk menjadi lebih rendah, dan ide bisnis ini dapat mempunyai efek domino untuk memecahkan masalah-masalah sosial lainnya seperti kemiskinan,” ujar Muhammad.
Lihat Juga :