Dosen IPB University Kembangkan Produk dari Lintah Laut dan Rumput Laut

Kamis, 14 Oktober 2021 - 05:27 WIB
loading...
Dosen IPB University...
Dosen IPB University Prof Nurjanah di Estuary Speaks Series #7. Foto/Dok/IPB University
A A A
JAKARTA - Dosen IPB University Prof Nurjanah membuat inovasi minuman fungsional dari lintah laut yang dicampur dengan temulawak dan rossela. Selain itu juga dia juga mengolah rumput laut sebagai bahan baku kosmetik.

Dalam kesempatan menjadi narasumber di Estuary Speaks Series #7 dosen dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) membahas tema mengenai “Aquatic Product Technology Innovations: From Laboratory towards Maritime Industry 4.0 for Society”.

Baca juga: Kisah Nurman, Wisudawan Pascasarjana ITS Terbaik yang Meraih IPK 4,00

Menurutnya, program studi THP mempelajari berbagai teknologi yang mutakhir dan tepat guna dalam mengolah berbagai macam hasil perairan hingga menjadi produk unggulan yang dapat dikomersialisasikan.

“Kalau bicara THP ini, peluangnya sangat luar biasa. Mulai dari preparasi, transportasi sampai end product. Untuk meningkatkan nilai tambah, hanya perlu sentuhan sedikit saja dan sudah menghasilkan sesuatu,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (13/10/2021).

Ia menambahkan, Indonesia sangat kaya akan sumberdaya alam, seperti biota hasil perairan, yang belum semuanya teridentifikasi. Hingga diapun melakukan penelitian S3nya tentang lintah laut sebagai antioksidan dan antikolesterol.

Baca juga: Ini 8 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja

“Saya membuat inovasi sebagai minuman fungsional dari lintah laut yang dicampur dengan temulawak dan rossela. Rasanya enak dan membuat segar badan. Begitu dipublikasi, banyak yang menghubungi saya, salah satunya dari RRI (Radio Republik Indonesia). Tapi kita tahu bahwa lintah laut ini belum ada yang membudidayakan,” jelasnya.

Selain itu, Prof Nurjanah juga mengembangkan rumput laut sebagai bahan baku kosmetik yang menggunakan sistem zero waste (tidak menghasilkan limbah).

Ia memaparkan, salah satu mahasiswa bimbingannya sudah mengembangkan produk-produk tersebut di Rumah Rumput Laut (RRL). Ada produk lotion, krim muka, masker, pomade dan lip balm.

Produk-produk tersebut sudah diajukan paten, sebagian sudah mendapat paten, sudah mendapat izin Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), sehingga bisa dipasarkan.

Dosen yang termasuk tim perumus Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini juga mulai mengembangkan garam rumput laut.

Residu dari pembuatan garam tersebut dijadikan sebagai bahan kosmetik scrub untuk mengatasi masalah penggunaan mikroplastik. Rumput laut yang digunakan adalah rumput laut yang tidak terpakai dari jenis rumput laut merah, cokelat, maupun hijau.

“Kita (Indonesia) ini memiliki spesies yang banyak dan campur-campur. Coba kita pergi ke laut, numpuk-numpuk itu ada biota yang di bawahnya nempel rumput laut. Makanya perlu kita perjuangkan bagaimana kombinasi atau pengembangan teknologi yang memanfaatkan seluruhnya secara continue,” katanya.

“Kita agak sulit untuk single species, nanti akan kesulitan bahan baku karena budidaya kita belum berhasil. Sebagian besar masih dari hasil tangkap,” tambahnya.

Prof Nurjanah senang dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia berharap mahasiswa yang baru mengawali belajar mengenai ilmu perikanan bisa menggali secara fokus sampai ke hilir atau komersialisasi.

“Marine is our future. Tinggal mau mengoptimalkan atau tidak. Hasil perikanan adalah sumber bahan baku yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas. Mulai dari protein/asam amino yang sangat baik, komponen bioaktif, vitamin dan mineral yang sangat lengkap bahkan kandungan seratnya. Bisnis di bidang perikanan ini peluangnya sangat banyak dan menjanjikan,” pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Rekomendasi
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved