Cerita Wisudawan Terbaik ITS Penerima Bidikmisi dengan Sederet Prestasi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ini 8 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja
Sementara itu, pada tahun kedua dan ketiga, mahasiswa yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 ini aktif di organisasi kampus maupun himpunan mahasiswa. Selanjutnya di tahun keempat ia mencoba Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Bersama rekan satu tim, ia membuat Speech Enhancement berbasis Machine Learning pada simulasi implant koklea pada lingkungan noisy reverberant. Sebuah alat bantu untuk memperjelas informasi yang didengar dan mengurangi efek kebisingan pada ruangan maupun tempat ramai.
Akhirnya Ammar dan tim berhasil mendapatkan pendanaan sebesar Rp6 juta untuk PKM-RE yang diajukan. Di mana karyanya tersebut tidak berhenti disitu saja karena ia melanjutkan dengan mengangkatnya sebagai topik skripsi.
Saat ini ia sedang melanjutkan program magister pada Departemen Teknik Fisika Rekayasa Instrumentasi Industri ITS. “Rencananya pada tesis S2 nanti, saya ingin mengembangkan karya dari skripsi,” tambah Ammar.
Dalam melewati semua ini, Ammar mengaku memiliki rintangan dalam manajemen waktu. Namun, hal tersebut dapat ia siasati dengan fokus saat kelas berlangsung serta rapat secara efisien.
Sementara itu, pada tahun kedua dan ketiga, mahasiswa yang lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 ini aktif di organisasi kampus maupun himpunan mahasiswa. Selanjutnya di tahun keempat ia mencoba Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).
Bersama rekan satu tim, ia membuat Speech Enhancement berbasis Machine Learning pada simulasi implant koklea pada lingkungan noisy reverberant. Sebuah alat bantu untuk memperjelas informasi yang didengar dan mengurangi efek kebisingan pada ruangan maupun tempat ramai.
Akhirnya Ammar dan tim berhasil mendapatkan pendanaan sebesar Rp6 juta untuk PKM-RE yang diajukan. Di mana karyanya tersebut tidak berhenti disitu saja karena ia melanjutkan dengan mengangkatnya sebagai topik skripsi.
Saat ini ia sedang melanjutkan program magister pada Departemen Teknik Fisika Rekayasa Instrumentasi Industri ITS. “Rencananya pada tesis S2 nanti, saya ingin mengembangkan karya dari skripsi,” tambah Ammar.
Dalam melewati semua ini, Ammar mengaku memiliki rintangan dalam manajemen waktu. Namun, hal tersebut dapat ia siasati dengan fokus saat kelas berlangsung serta rapat secara efisien.
Lihat Juga :