Keren, Tim Spektronics ITS Sabet 2 Juara di Ajang Internasional
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Wahyu mengatakan, karena diadakan secara online, kompetisi yang berlangsung dari tanggal 13 - 23 Oktober ini dialihkan secara teknis lombanya berupa video presentasi disertai animasi prototipe mobil dan diakhiri dengan sesi kuis dan pertanyaan.
Bersaing dengan 27 tim lainnya, Spektronics N1 sendiri mempunyai mobil dengan tema simple and different, di mana simple merujuk ke cara kerja sistem geraknya, dan different merujuk pada satu-satunya tim yang memanfaatkan putaran turbin untuk menggerakan roda.
Spektronics N1 memiliki inovasi dalam model turbin, yaitu dengan membuat 3D pelton water turbine yang bekerja sama dengan Tridiku Surabaya. “Kemudian, kami menggunakan idler gear untuk mengubah arah rotasi gear pada rotary pusher, jadi roda dan rotary pusher memiliki arah rotasi yang berbeda,” katanya melalui siaran pers, Senin (25/10/2021).
Guna menjawab tantangan, Wahyu menuturkan, N1 menggunakan reaksi konsentrasi tinggi untuk menghasilkan oksigen tetapi masih di range aman untuk menghasilkan tekanan tinggi. Dari gas yang bertekanan tinggi itu akan mendorong air di dalam water vessel, yang mana saat water vessel kedap didorong oleh udara maka air akan keluar menuju turbin.
Turbin yang dipakai ke roda sebesar 2:5 (turbin berputar 2 kali, roda berputar 5 kali), dan rasio turbin ke idler gear 2:17. Jadi karena rasio antara turbin, roda, dan rotary pusher adalah 2:5:17, maka semakin cepat turbin berputar, semakin cepat juga mobil berjalan. Di sisi lain, semakin cepat juga rotary pusher berputar.
“Karena putaran rotary pusher itu cepat, jadinya bola akan ditendang dengan kencang juga oleh rotary pusher, ini juga sekaligus menjadi kelebihan dari N1,” tuturnya bangga.
Selain dari Spektronics N1 yang berhasil meraih juara kedua, terdapat subtim Spektronics NG yang berhasil membawa pulang juara keempat. Spektronics NG mengajukan prototipe mobil bertenagakan listrik dari thermoelectric generator dan sistem autonomous menggunakan hidrolik, sehingga mobil dapat berhenti sendiri pada jarak yang ditentukan.
Bersaing dengan 27 tim lainnya, Spektronics N1 sendiri mempunyai mobil dengan tema simple and different, di mana simple merujuk ke cara kerja sistem geraknya, dan different merujuk pada satu-satunya tim yang memanfaatkan putaran turbin untuk menggerakan roda.
Spektronics N1 memiliki inovasi dalam model turbin, yaitu dengan membuat 3D pelton water turbine yang bekerja sama dengan Tridiku Surabaya. “Kemudian, kami menggunakan idler gear untuk mengubah arah rotasi gear pada rotary pusher, jadi roda dan rotary pusher memiliki arah rotasi yang berbeda,” katanya melalui siaran pers, Senin (25/10/2021).
Guna menjawab tantangan, Wahyu menuturkan, N1 menggunakan reaksi konsentrasi tinggi untuk menghasilkan oksigen tetapi masih di range aman untuk menghasilkan tekanan tinggi. Dari gas yang bertekanan tinggi itu akan mendorong air di dalam water vessel, yang mana saat water vessel kedap didorong oleh udara maka air akan keluar menuju turbin.
Turbin yang dipakai ke roda sebesar 2:5 (turbin berputar 2 kali, roda berputar 5 kali), dan rasio turbin ke idler gear 2:17. Jadi karena rasio antara turbin, roda, dan rotary pusher adalah 2:5:17, maka semakin cepat turbin berputar, semakin cepat juga mobil berjalan. Di sisi lain, semakin cepat juga rotary pusher berputar.
“Karena putaran rotary pusher itu cepat, jadinya bola akan ditendang dengan kencang juga oleh rotary pusher, ini juga sekaligus menjadi kelebihan dari N1,” tuturnya bangga.
Selain dari Spektronics N1 yang berhasil meraih juara kedua, terdapat subtim Spektronics NG yang berhasil membawa pulang juara keempat. Spektronics NG mengajukan prototipe mobil bertenagakan listrik dari thermoelectric generator dan sistem autonomous menggunakan hidrolik, sehingga mobil dapat berhenti sendiri pada jarak yang ditentukan.
Lihat Juga :