Keren, Tim Spektronics ITS Sabet 2 Juara di Ajang Internasional
Senin, 25 Oktober 2021 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Diketuai oleh Bernardus Krisna Brata (Departemen Teknik Kimia, 2020), subtim kedua ini beranggotakan Abdul Quddus Al Kahfi (Departemen Teknik Kimia, 2020), dengan Manager Tim oleh Rahardian Mahendra Daniswara (Departemen Teknik Material ,2019) dan Juwari ST MEng PhD selaku penasehat.
Mahasiswa yang akrab disapa Bernard ini menjelaskan, cara kerja dari mobil NG adalah dengan mereaksikan dekomposisi hidrogen peroksida pada sisi panas dan untuk sisi dingin menggunakan es batu yang diserut.
“Dengan perbedaan suhu dapat menciptakan listrik dan listrik tersebut akan menggerakan dinamo yang menyebabkan mobil akan berjalan,” ujar pemuda kelahiran 2002 ini.
Perbedaan kedua mobil dari N1 dan NG sendiri adalah dari sistem mobilnya. Bernard mengungkapkan, NG membawakan mobil bertenagakan Thermoelectric Generator yang memanfaatkan perbedaan panas, sedangkan Spektronics N1 yang membawakan mobil bertenagakan tekanan (Pressurized Car). “Sistem autonomous dari kedua mobil ini juga berbeda, di mana Spektronics NG menggunakan sistem hidrolik sedangkan Spektronics N1 menggunakan perhitungan tekanan dalam reaktor,” terangnya.
Ia berujar jika sebenarnya mobil ini cukup bagus karena cara kerjanya yang sangat mudah dimengerti banyak orang, akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan yaitu beratnya. “Berat pada mobil ini menjadi tugas yang harus dievaluasi supaya kedepannya kami bisa menggunakan lebih sedikit tenaga,” ungkapnya.
Di akhir, Bernard berharap tim Spektronics ITS mampu mencapai hasil yang terbaik pada lomba-lomba yang akan datang dan mengembangkan inovasi yang ditemukan sampai matang. Untuk itu, ia juga berharap banyak pihak luar yang mendukung, supaya tim dapat mengukir nama harum almamater tercinta dan bangsa Indonesia di kancah internasional.
Mahasiswa yang akrab disapa Bernard ini menjelaskan, cara kerja dari mobil NG adalah dengan mereaksikan dekomposisi hidrogen peroksida pada sisi panas dan untuk sisi dingin menggunakan es batu yang diserut.
“Dengan perbedaan suhu dapat menciptakan listrik dan listrik tersebut akan menggerakan dinamo yang menyebabkan mobil akan berjalan,” ujar pemuda kelahiran 2002 ini.
Perbedaan kedua mobil dari N1 dan NG sendiri adalah dari sistem mobilnya. Bernard mengungkapkan, NG membawakan mobil bertenagakan Thermoelectric Generator yang memanfaatkan perbedaan panas, sedangkan Spektronics N1 yang membawakan mobil bertenagakan tekanan (Pressurized Car). “Sistem autonomous dari kedua mobil ini juga berbeda, di mana Spektronics NG menggunakan sistem hidrolik sedangkan Spektronics N1 menggunakan perhitungan tekanan dalam reaktor,” terangnya.
Ia berujar jika sebenarnya mobil ini cukup bagus karena cara kerjanya yang sangat mudah dimengerti banyak orang, akan tetapi ada hal yang perlu diperhatikan yaitu beratnya. “Berat pada mobil ini menjadi tugas yang harus dievaluasi supaya kedepannya kami bisa menggunakan lebih sedikit tenaga,” ungkapnya.
Di akhir, Bernard berharap tim Spektronics ITS mampu mencapai hasil yang terbaik pada lomba-lomba yang akan datang dan mengembangkan inovasi yang ditemukan sampai matang. Untuk itu, ia juga berharap banyak pihak luar yang mendukung, supaya tim dapat mengukir nama harum almamater tercinta dan bangsa Indonesia di kancah internasional.
(mpw)
Lihat Juga :