Teliti Kulit Bawang-Biji Bengkoang, Siswa MAN 4 Kebumen Raih Juara IAYSF 2021 di Iran
Senin, 25 Oktober 2021 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Kepala MAN 4 Kebumen, Muhamad Siswanto, mengapresiasi prestasi internasional yang diraih siswanya. Menurutnya, prestasi itu memiliki arti penting bagi perkembangan MAN 4 Kebumen. “Prestasi internasional ini merupakan yang kedua di MAN 4 Kebumen dan ini meneguhkan jati diri kita sebagai madrasah yang sudah mula go internasional,” tegasnya seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (25/10/2021).
Baca juga: Intip Biaya Sekolah Termahal di SMA Islam Unggulan Sekitar Jakarta
“Harapan saya ke depan, semoga MAN 4 Kebumen terus meraih prestasi di tingkat dunia sehingga menjadi madrasah yang mandiri dan berprestasi, sebagaimana tagline Kementerian Agama,” sambungnya.
Ketua Tim KIR MAN 4 Kebumen bidang Biologi Teguh Yulianto mengatakan, bahwa dalam kompetisi IAYSF ini, ada dua penelitian yang dilakukan pelajar MAN 4 Kebumen. “Di even ini kami meneliti kulit bawang merah dan biji bengkoang. Selama ini dua bahan itu dianggap tidak berguna. Tapi setelah kami teliti, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembasmi hama, khususnya hama kutu kebul,” jelasnya.
Selain meneliti kulit bawang dan biji bengkoang, riset yang juga diikuti pelajar MAN 4 Kebumen dalam ajang IAYSF adalah dalam bidang sosial humaniora. Mufita Wafiana sebagai pembina KIR bidang sosial humaniora menjelaskan bahwa riset yang ia lakukan tentang problem regenarasi petani di Kecamatan Sempor.
Baca juga: Intip Biaya Sekolah Termahal di SMA Islam Unggulan Sekitar Jakarta
“Harapan saya ke depan, semoga MAN 4 Kebumen terus meraih prestasi di tingkat dunia sehingga menjadi madrasah yang mandiri dan berprestasi, sebagaimana tagline Kementerian Agama,” sambungnya.
Ketua Tim KIR MAN 4 Kebumen bidang Biologi Teguh Yulianto mengatakan, bahwa dalam kompetisi IAYSF ini, ada dua penelitian yang dilakukan pelajar MAN 4 Kebumen. “Di even ini kami meneliti kulit bawang merah dan biji bengkoang. Selama ini dua bahan itu dianggap tidak berguna. Tapi setelah kami teliti, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembasmi hama, khususnya hama kutu kebul,” jelasnya.
Selain meneliti kulit bawang dan biji bengkoang, riset yang juga diikuti pelajar MAN 4 Kebumen dalam ajang IAYSF adalah dalam bidang sosial humaniora. Mufita Wafiana sebagai pembina KIR bidang sosial humaniora menjelaskan bahwa riset yang ia lakukan tentang problem regenarasi petani di Kecamatan Sempor.
Lihat Juga :