Dosen Telkom University Buat Alat Pengolahan Sampah Secara Efisien
Rabu, 27 Oktober 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Selain hasil pembakaran yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan batako atau paving block, Rosad menjelaskan alat yang berbentuk seperti lemari ini pada bagian atasnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan biji plastik atau alat alat berbahan plastic.
Baca juga: 6 Jenis Profesi Jurusan IPA dengan Gaji Ratusan Juta
“Pada bagian atas kita bisa masukan sampah plastik berupa botol plastik dan sebagainya, nantinya sampah plastik yang sudah dihancurkan dengan menggunakan panas pembakaran sampah akan menekan sampah plastik untuk dicetak dengan bentuk yang disesuaikan apakah dibuat biji plastik atau produk plastik lainnya,” Ucapnya.
Rosad menceritakan bahwa incinerator multi produk yang dibuatnya saat ini masih dalam tahap pengembangan, di mana ke depan asap panas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa dan didinginkan di kolam, dan akan diteruskan ke sebuah tabung berisi air, untuk menahan partikel partikel hasil pembakaran sehingga mengurangi Polutan yang ada, setelah itu masuk ke dalam filter, dan keluar dengan kualitas yang telah memenuhi baku mutu lingkungan.
“Saat ini kami menjalani penelitian tahap kedua untuk pengembangan alat ini untuk bisa benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” Ucapnya.
Baca juga: 6 Jenis Profesi Jurusan IPA dengan Gaji Ratusan Juta
“Pada bagian atas kita bisa masukan sampah plastik berupa botol plastik dan sebagainya, nantinya sampah plastik yang sudah dihancurkan dengan menggunakan panas pembakaran sampah akan menekan sampah plastik untuk dicetak dengan bentuk yang disesuaikan apakah dibuat biji plastik atau produk plastik lainnya,” Ucapnya.
Rosad menceritakan bahwa incinerator multi produk yang dibuatnya saat ini masih dalam tahap pengembangan, di mana ke depan asap panas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa dan didinginkan di kolam, dan akan diteruskan ke sebuah tabung berisi air, untuk menahan partikel partikel hasil pembakaran sehingga mengurangi Polutan yang ada, setelah itu masuk ke dalam filter, dan keluar dengan kualitas yang telah memenuhi baku mutu lingkungan.
“Saat ini kami menjalani penelitian tahap kedua untuk pengembangan alat ini untuk bisa benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” Ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :