Kemenag Komitmen Perkuat Ekosistem Digital Madrasah
Kamis, 28 Oktober 2021 - 22:17 WIB
loading...
Dirjen Pendis Kementerian Agama M. Ali Ramdhani. Foto/Humas Ditjen Pendis
A
A
A
JAKARTA - Peran guru dan tenaga kependidikan madrasah saat ini sangat besar, sehingga guru madrasah dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penggerak atau agen perubahan dalam dunia pendidikan. Terlebih di era transformasi saat ini di mana perubahan terjadi dengan sangat cepat.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam ( Dirjen Pendis ) Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan arahan secara daring dalam Training of Trainer (ToT) Fasilitator Daerah Literasi Digital Madrasah, Kamis (28/10/2021).
Baca juga: Sisihkan Ribuan Peserta, MAN IC Batam Juara 2 Olimpiade APBN 2021
"Kalau kita ingin menjadikan anak-anak madrasah melek literasi digital, maka pastikan dulu gurunya memahami apa itu literasi digital. Tidak mungkin menjadikan anak memahami literasi digital jika gurunya tidak memiliki pahaman literasi digital," kata Ramdhani.
Ketika berbicara literasi digital, lanjut pria yang biasa disapa Dhani, seorang guru harus melakukan inovasi berkelanjutan dengan senantiasa belajar dan beradaptasi terhadap hal-hal baru, karena itu merupakan kunci transformasi sesungguhnya.
“Dalam melakukan transformasi pembelajaran, seorang guru harus mampu membaca masa depan dengan baik dan menghadirkan anak didik sebagai pemilik sebuah dinamika zaman dengan menciptakan generasi yang mampu beradaptasi pada setiap dinamika zamannya,” kata Dhani.
Baca juga: Mahasiswa UGM Buat Monopoli Lingkar Bregada untuk Edukasi Bahasa Jawa
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam ( Dirjen Pendis ) Muhammad Ali Ramdhani saat memberikan arahan secara daring dalam Training of Trainer (ToT) Fasilitator Daerah Literasi Digital Madrasah, Kamis (28/10/2021).
Baca juga: Sisihkan Ribuan Peserta, MAN IC Batam Juara 2 Olimpiade APBN 2021
"Kalau kita ingin menjadikan anak-anak madrasah melek literasi digital, maka pastikan dulu gurunya memahami apa itu literasi digital. Tidak mungkin menjadikan anak memahami literasi digital jika gurunya tidak memiliki pahaman literasi digital," kata Ramdhani.
Ketika berbicara literasi digital, lanjut pria yang biasa disapa Dhani, seorang guru harus melakukan inovasi berkelanjutan dengan senantiasa belajar dan beradaptasi terhadap hal-hal baru, karena itu merupakan kunci transformasi sesungguhnya.
“Dalam melakukan transformasi pembelajaran, seorang guru harus mampu membaca masa depan dengan baik dan menghadirkan anak didik sebagai pemilik sebuah dinamika zaman dengan menciptakan generasi yang mampu beradaptasi pada setiap dinamika zamannya,” kata Dhani.
Baca juga: Mahasiswa UGM Buat Monopoli Lingkar Bregada untuk Edukasi Bahasa Jawa
Lihat Juga :