Hasil Riset UNS Temukan Varian Susu Sapi Perah Ramah Saluran Pencernaan

Senin, 01 November 2021 - 00:35 WIB
loading...
Hasil Riset UNS Temukan...
Ilustrasi mahasiswa di lab UNS. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta (RE) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meneliti varian susu sapi perah yang ramah terhadap saluran pencernaan. Hasil riset ini tentu akan membantu penderita intoleransi laktosa agar aman dalam meminum susu.

Mendapat bimbingan Dr. agr. Ir. Muhammad Cahyadi, S.Pt., M.Biotech., IPM, Tim PKM RE ini beranggotakan Mohammad Ilham Dhiaurridho, Firmansyah Tristadika Prakosa, Firna Fauziatul Karimah, Salsabilla Ramadhana, dan Ine Febriantama. Mereka adalah mahasiswa Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Pertanian (FP) UNS.

Baca juga: Borong 54 Medali, UGM Kembali Juara Umum Pimnas ke 4 Kalinya

Berawal dari banyaknya laporan kasus penderita intoleransi laktosa di Indonesia, Tim PKM RE UNS mencoba mempelajari penyebab intoleransi laktosa tersebut. Menurut penuturan Mohammad Ilham Dhiaurridho, selaku ketua tim, salah satu penyebab intoleransi laktosa adalah keberadaan varian susu A1 yang mengandung asam amino proline pada rantai polipeptida beta kasein.

Keberadaan varian susu A1 ini mengandung polipeptida BCM-7 yang mempengaruhi produksi dan aktivitas dari enzim laktase. Hal itulah yang menyebabkan adanya gangguan pada sistem pencernaan berupa sakit perut, kembung, buang angin berlebih, dan diare.

Menurutnya, varian susu ini lahir dari kekhawatiran mereka akan asupan gizi masyarakat yang tidak tercukupi karena tidak mau minum susu karena bisa menyebabkan diare.

Baca juga: Strategi Menjadi Guru Besar dari Profesor Muda IPB University

“Maka dari itu, tim kami melakukan penelitian dan menemukan bahwa terdapat sapi Friesian Holsten (FH) Indonesia yang dapat memproduksi susu varian A2 dan siap untuk dikembangkan sebagai sapi penghasil susu ramah sistem pencernaan,” tuturnya melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Sabtu (30/10/2021).

Tim PKM RE UNS menganalisis gen beta kasein pada 12 ekor sapi perah Friesien Holstein (FH) Indonesia. Mereka menemukan titik mutasi pada ekson 7 gen beta kasein menggunakan teknik DNA sequencing.

Mutasi tersebut menyebabkan perubahan adenin menjadi sitosin sehingga merubah susunan asam amino gen beta kasein (CSN2) dari histidin menjadi prolin.

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar sapi perah FH Indonesia membawa alel varian A1 sebesar 0,417 (41,7%) sehingga kemungkinan menyebabkan gangguan pencernaan cukup tinggi. Penelitian ini juga menemukan 33% sapi FH Indonesia yang menghasilkan susu varian A2 yang sangat ramah terhadap penderita intoleransi laktosa. Susu varian A2 yang tidak mengandung senyawa BCM-7 sehingga tidak menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti diare.

Temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar faktual untuk perbaikan mutu genetik sapi FH Indonesia yang mampu menghasilkan susu varian A2 ramah saluran pencernaan.

Peternak sapi perah, industri, hingga pemerintah juga dapat memanfaatkan hasil riset ini dalam mengembangkan sapi FH guna menghasilkan susu varian A2.

Beragam manfaat telah diproyeksikan seperti penekanan kasus intoleransi laktosa, kegemaran masyarakat dalam minum susu yang meningkat, dan asupan gizi tercukupi. Kondisi ini tentu berdampak baik pula dalam mempertahankan imunitas tubuh, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Mahasiswa UNS Antusias...
Mahasiswa UNS Antusias Belajar Teknologi Otomotif di Sesi Autotech iNews Campus Connect 2026
Inews Campus Connect...
Inews Campus Connect 2026 Bagi Ilmu ke Mahasiswa UNS untuk Bentuk Mental Baja
Mahasiswa UNS Antre...
Mahasiswa UNS Antre Coba Simulasi Reporter Televisi di iNews Campus Connect 2026
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved