Selama Wabah Corona, Belajar dari Rumah Harus Bermakna
Jum'at, 05 Juni 2020 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, perwakilan kluster pendidikan yang tergabung di dalam Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menyerahkan materi pengayaan pendukung kegiatan belajar dari rumah kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Materi pengayaan dimaksud berupa informasi sumber-sumber belajar untuk peserta didik maupun tenaga pendidik yang bersifat bahan bacaan, lembar aktivitas, panduan berkegiatan bersama anak-anak dan remaja.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan organisasi pendidikan yang telah mencurahkan perhatian serta memberikan materi-materi pengayaan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di masa pandemi ini," katanya. (Baca juga: Guru Wajib Bimbing Jari, Orang Tua Pro Aktif Awasi Proses Belajar di Rumah)
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi juga menekankan pentingnya memberikan pelajaran yang menyenangkan bagi anak selama menjalani proses belajar di rumah. Dia meminta agar orang tua atau guru tidak mengejar pemenuhan kurikulum. Karena itu, anak-anak perlu dibiarkan menikmati pengalaman baru belajar di rumah dengan mengajarkan mereka aneka kegiatan, misalnya belajar menggambar, bernyanyi, dan lain-lain.
Dia mengingatkan, jangan sampai seorang anak terlihat cerdas secara intelektual, namun rupanya saat kembali ke sekolah harus mengalami perawatan karena pembelajaran saat di rumah membuat dia tertekan. “Intinya pelajaran bagi anak harus yang menyenangkan. Jangan sampai justru anak stres dan tertekan karena pelajaran yang diterima terlalu berat,” ujar pemerhati anak yang akrab disapa Kak Seto ini. (Neneng Zubaidah)
"Kami sangat mengapresiasi dukungan organisasi pendidikan yang telah mencurahkan perhatian serta memberikan materi-materi pengayaan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di masa pandemi ini," katanya. (Baca juga: Guru Wajib Bimbing Jari, Orang Tua Pro Aktif Awasi Proses Belajar di Rumah)
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi juga menekankan pentingnya memberikan pelajaran yang menyenangkan bagi anak selama menjalani proses belajar di rumah. Dia meminta agar orang tua atau guru tidak mengejar pemenuhan kurikulum. Karena itu, anak-anak perlu dibiarkan menikmati pengalaman baru belajar di rumah dengan mengajarkan mereka aneka kegiatan, misalnya belajar menggambar, bernyanyi, dan lain-lain.
Dia mengingatkan, jangan sampai seorang anak terlihat cerdas secara intelektual, namun rupanya saat kembali ke sekolah harus mengalami perawatan karena pembelajaran saat di rumah membuat dia tertekan. “Intinya pelajaran bagi anak harus yang menyenangkan. Jangan sampai justru anak stres dan tertekan karena pelajaran yang diterima terlalu berat,” ujar pemerhati anak yang akrab disapa Kak Seto ini. (Neneng Zubaidah)
(ysw)
Lihat Juga :