Berprestasi, Putra Papua Lulusan Petrotekno Terbang ke Brunei Darussalam

Minggu, 21 November 2021 - 17:44 WIB
loading...
Berprestasi, Putra Papua...
Sebanyak 19 orang alumni P2TIM Teluk Bintuni, Papua Barat, berangkat ke Brunei Darussalam, Selasa (22/11). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sebanyak 19 orang alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas ( P2TIM ) Teluk Bintuni, Papua Barat, berangkat ke Brunei Darussalam, Selasa (22/11). Sebagian besar dari mereka adalah Orang Asli Papua (OAP) yang dikontrak Massutera Engineering SDN Bhd.

Menurut Direktur Petrotekno Hendra Pribadi hal ini adalah bukti jika pelatihan yang diberikan selama ini membuahkan hasil. OAP hanya perlu mendapat kesempatan untuk mampu berkompetisi di berbagai level termasuk internasional.

Baca juga: 5 Potensi Karier Lulusan Teknik Industri dengan Penghasilan Ratusan Juta

“Ini adalah bukti bahwa lulusan P2TIM memiliki kualitas yang diterima oleh dunia internasional. Tentunya kita berharap akan lebih banyak perusahaan lain di Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada anak didik kita. Saat ini justru perusahaan di negeri kita sendiri yang masih ragu atas kualitas mereka,” kata Hendra dalam keterangan tertulis, Minggu (21/11/2021).

Hendra melanjutkan bahwa untuk menuju keberhasilan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja tapi semua itu butuh proses. Semua butuh waktu, tenaga, dan dukungan dari semua pihak. Petrotekno sendiri adalah perusahaan yang bekerja dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk mengelola P2TIM.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan Provinsi Papua Barat memang berkomitmen dalam mengejar ketertinggalan pengembangan SDM di Papua Barat dengan menghadirkan P2TIM.

Baca juga: 5 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi di Indonesia, Sampai Rp250 Juta per Bulan

“Investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk menghadirkan sebuah program pengembangan SDM di Kabupaten Teluk Bintuni, yang diakreditasi secara nasional ataupun internasional, tidak sedikit. Hari ini kita menyaksikan bukti nyata hasil dari investasi tersebut di mana orang Papua bisa ikut membangun dunia,” sambungnya.

Dengan begini maka orang Papua bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari waktu ke waktu. Mereka yang dikontrak itu mempunyai keahlian pipe fitter yang mana merupakan salah satu dari enam disiplin ilmu yang dimiliki di P2TIM.

“Persiapan kami bekerja di Brunei adalah mental dan fisik. Mana ada perusahaan yang mau menerima kalau kita sakit-sakitan. Kita diuji selama 4 bulan terakhir menunggu proses rekrutmen ini. Puji Tuhan karena yang selama ini kita tunggu bisa terwujud,” tambah William Franklin Wamburye, yang merupakan putra 7 suku.

Arnol Onan C. Wanma melanjutkan dirinya tidak pernah bermimpi untuk kerja di luar negeri. “Jangankan bermimpi keluar negeri, keluar Papua saja kami tidak pernah menaruh harapan. Tapi setelah lulus dari P2TIM itu adalah motivasi dan harapan baru bagi kami,” lanjutnya.

Sementara Muh. Yusuf Amin, pemuda kelahiran Papua ini menerangkan jika di negeri Petro Dollar itu mereka akan di gaji kisaran 30-45 Dollar Brunai perharinya. Ini setara Rp300-450 ribu per hari.

Kini mereka telah berada di Jakarta untuk selanjutnya berangkat ke Brunai. P2TIM merupakan Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) di bawah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Teluk Bintuni.

Pusat Pelatihan yang mengedepankan program pengembangan SDM ini merupakan program kerja sama Pemda Kabupaten Teluk Bintuni dan Petrotekno.

Petrotekno mendesain dan mengoperasikan pusat pelatihan tersebut. Sejauh ini ada 8 angkatan yang lulus atau sekitar 800 siswa. Para lulusan memperoleh sertifikasi nasional dari BNSP dan internasional dari ECITB.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan SDM Unggul,...
Siapkan SDM Unggul, BCA Berbagi Ilmu Gelar Kuliah Umum di Telkom University
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Masuk 600 Besar Dunia Kampus Lulusan Siap Kerja
Masa Tunggu Kerja Lulusan...
Masa Tunggu Kerja Lulusan IPB di Bawah 4 Bulan, Program Mikrokredensial Jadi Kunci
Beasiswa Brunei Darussalam...
Beasiswa Brunei Darussalam 2026 Resmi Dibuka, Bebas Biaya Kuliah dan Ada Uang Saku
Anti Nganggur, Lulusan...
Anti Nganggur, Lulusan Unair Hanya Tunggu 3 Bulan untuk Dapat Pekerjaan Pertama
Sekolah Dorong Siswa...
Sekolah Dorong Siswa Kuasai Keterampilan Global dan Teknologi AI untuk Dunia Kerja Masa Depan
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved