Buat Aplikasi Bantu Siswa Tunarungu Belajar Matematika, Guru Elis Raih Penghargaan
Sabtu, 27 November 2021 - 00:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bersaing dengan 352 Tim Dunia, UI Raih Gold Medal Prizes di iGEM Competition 2021
Aplikasi tersebut dikembangkan dengan software Power Point, iSpring Suite 9, dan Website 2 Apk Builder. Software pendukung lainnya adalah Geogebra, Adobe Flash, Photoshop, dan Corel Draw.
Ice Cube bukan aplikasi pembelajaran pertama yang dibuatnya. Sebelumnya ia telah membuat beberapa aplikasi lain dan terus belajar untuk membuat aplikasi-aplikasi pembelajaran yang semakin baik dengan berdasarkan pada kebutuhan murid.
“Kebetulan saya juga suka mempelajari pembuatan aplikasi dengan program-program. Sejauh ini pembuatan aplikasi murni saya sendiri karena kebetulan S-1 saya dari sains," katanya melalui siaran pers, Jumat (26/11/2021).
Elis mengatakan, meski lulusan sains namun aplikasi yang dibuatnya bukanlah hal yang mudah dilakukan. Melainkan dia perlu mempelajari ilmu-ilmu lain dengan proses yang rumit. Semua itu dilakukannya semata-mata ingin membantu para anak didiknya.
"Bagaimana saya berempati kepada siswa, lalu langsung terkoneksi melihat kebutuhan siswa dan melihat peluang kalau saya bisa menyelesaikan permasalah dalam pembelajaran ini dengan aplikasi,” kata Elis.
Aplikasi tersebut dikembangkan dengan software Power Point, iSpring Suite 9, dan Website 2 Apk Builder. Software pendukung lainnya adalah Geogebra, Adobe Flash, Photoshop, dan Corel Draw.
Ice Cube bukan aplikasi pembelajaran pertama yang dibuatnya. Sebelumnya ia telah membuat beberapa aplikasi lain dan terus belajar untuk membuat aplikasi-aplikasi pembelajaran yang semakin baik dengan berdasarkan pada kebutuhan murid.
“Kebetulan saya juga suka mempelajari pembuatan aplikasi dengan program-program. Sejauh ini pembuatan aplikasi murni saya sendiri karena kebetulan S-1 saya dari sains," katanya melalui siaran pers, Jumat (26/11/2021).
Elis mengatakan, meski lulusan sains namun aplikasi yang dibuatnya bukanlah hal yang mudah dilakukan. Melainkan dia perlu mempelajari ilmu-ilmu lain dengan proses yang rumit. Semua itu dilakukannya semata-mata ingin membantu para anak didiknya.
"Bagaimana saya berempati kepada siswa, lalu langsung terkoneksi melihat kebutuhan siswa dan melihat peluang kalau saya bisa menyelesaikan permasalah dalam pembelajaran ini dengan aplikasi,” kata Elis.
Lihat Juga :