Tutup Oase PTKI 2021, Ini Harapan Dirjen Pendis untuk Mahasiswa dan PTKI
Minggu, 28 November 2021 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
"Oase juga diharapkan mampu menumbuhkan iklim dan tradisi akademik di kalangan mahasiswa dan menjadi salah satu program strategis dalam rangka pembinaan generasi muda (mahasiswa) melalui stimulan untuk pengembangan daya nalar, kritis, kreativitas, inovatif," katanya.
Pergelaran olimpiade perdana ini mengusung tema 'Integrasi Agama Sains Untuk Kebangsaan dan Kemanusiaan' adalah sangat tepat dan sesuai dengan kondisi bangsa, bahkan kondisi dunia hari ini.
"Di era seperti sekarang ini, menuntut kita untuk bisa bertahan hidup (survive). Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan atau kepintaran semata, tetapi yang lebih penting adalah kita harus mampu merespons setiap kondisi yang dihadapi," terangnya.
Dia berharap, para mahasiswa diharapkan mampu menyuguhkan ide, gagasan dan pemikiran yang dapat memberikan solusi menghadapi kondisi pademi Covid-19. Tidak hanya mengandalkan apa yang tertera dalam kurikulum dan pembelajaran semata hal itu tidak akan cukup.
Tentu, lanjut dia, harus didukung dengan kegiatan-kegiatan extra kurikuler lainnya. Hal ini membutuhkan komitmen bersama antara Kemenag dengan Pimpinan PTKI. "Saya meminta kepada para Rektor/Ketua PTKI untuk mendukung penuh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Jika para mahasiswa itu pintar, cerdas dan berdaya saing yang akan menikmati dampaknya adalah PTKI itu sendiri," kata dia.
Ramdhani menambahkan, Oase PTKI merupakan investasi sumber daya yang tak ternilai harganya sekaligus sebagai pertanggungjawaban kampus di muka publik. Karena itu, mahasiswa harus dipandang sebagai mitra pengembangan kampus.
Apalagi, menghadapi era revolusi industry 4.0 dengan pemenuhan kebutuhan yang serba digital. Maka lahirnya mahasiswa yang kreatif dan inovatif menjadi keniscayaan. Namun demikian, lanjut dia, perlu dilakukan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Tidak mudah namun bukan hal yang mustahil.
Pergelaran olimpiade perdana ini mengusung tema 'Integrasi Agama Sains Untuk Kebangsaan dan Kemanusiaan' adalah sangat tepat dan sesuai dengan kondisi bangsa, bahkan kondisi dunia hari ini.
"Di era seperti sekarang ini, menuntut kita untuk bisa bertahan hidup (survive). Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan atau kepintaran semata, tetapi yang lebih penting adalah kita harus mampu merespons setiap kondisi yang dihadapi," terangnya.
Dia berharap, para mahasiswa diharapkan mampu menyuguhkan ide, gagasan dan pemikiran yang dapat memberikan solusi menghadapi kondisi pademi Covid-19. Tidak hanya mengandalkan apa yang tertera dalam kurikulum dan pembelajaran semata hal itu tidak akan cukup.
Tentu, lanjut dia, harus didukung dengan kegiatan-kegiatan extra kurikuler lainnya. Hal ini membutuhkan komitmen bersama antara Kemenag dengan Pimpinan PTKI. "Saya meminta kepada para Rektor/Ketua PTKI untuk mendukung penuh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Jika para mahasiswa itu pintar, cerdas dan berdaya saing yang akan menikmati dampaknya adalah PTKI itu sendiri," kata dia.
Ramdhani menambahkan, Oase PTKI merupakan investasi sumber daya yang tak ternilai harganya sekaligus sebagai pertanggungjawaban kampus di muka publik. Karena itu, mahasiswa harus dipandang sebagai mitra pengembangan kampus.
Apalagi, menghadapi era revolusi industry 4.0 dengan pemenuhan kebutuhan yang serba digital. Maka lahirnya mahasiswa yang kreatif dan inovatif menjadi keniscayaan. Namun demikian, lanjut dia, perlu dilakukan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Tidak mudah namun bukan hal yang mustahil.
Lihat Juga :