Tingkatkan Mutu Jurnal, APJIKI Gelar Webinar Soal Kebijakan Baru Dikti 2021
Rabu, 01 Desember 2021 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini semua dosen wajib melakukan publikasi dari kegiatan yang telah dilakukan apalagi saat ini semua publikasi akan terekam secara digital melalui aplikasi sister,” ujar Puji dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Rabu (1/12/2021).
Dengan melihat masih adanya penerbit jurnal ilmiah bidang komunikasi yang belum terakreditasi Sinta, tentunya webinar ini akan membantu para peserta dalam pengajuan akreditasi.
Puji Lestari menjelaskan dari 340 program studi ilmu komunikasi yang ada, sebanyak 26 jurnal yang telah terakreditasi Sinta 2, 22 jurnal terakreditasi Sinta 3, 67 jurnal Sinta 4, 42 jurnal terakreditasi Sinta 5, dan 6 jurnal terakreditasi Sinta 6.
Dalam sesi pemaparan dari Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T, menjelaskan para pengelola jurnal yang ada di Indonesia wajib mengikuti pedoman yang berlaku dengan harapan akan mempermudah dalam penilaian jika akan mengusulkan dalam akreditasi Sinta.
"Mengelola jurnal ini memang butuh keseriusan dan ketelatenan, karena dari sampul depan hingga website akan dilakukan penilaian,"ungkap Istadi.
Pada sesi kedua, Yoga Dwi Arianda sebagai tim Arjuna Kemendikbudristek. Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) merupakan sarana/system yang obyektif untuk Mengukur apakah suatu terbitan berkala ilmiah sudah memenuhi persyaratan mutu minimum untuk diberikan pengakuan akreditasi nasional.
Yoga memaparkan, hingga akhir 2020 terdata 5.990 jurnal yang terdata di tim Arjuna dengan rincian Sinta 1 sebanyak 93, Sinta 2 sebanyak 912, Sinta 3 sebanyak 1.167, Sinta 4 sebanyak 1.991, Sinta 5 sebanyak 1.598 dan Sinta 6 sebanyak 229.
"Kami terus berupaya memberikan pendampingan dengan workshop yang kami lakukan kepada pengelola jurnal jurnal baik yang akreditasi maupun yang akan reakreditasi," ujarnya.
Dengan melihat masih adanya penerbit jurnal ilmiah bidang komunikasi yang belum terakreditasi Sinta, tentunya webinar ini akan membantu para peserta dalam pengajuan akreditasi.
Puji Lestari menjelaskan dari 340 program studi ilmu komunikasi yang ada, sebanyak 26 jurnal yang telah terakreditasi Sinta 2, 22 jurnal terakreditasi Sinta 3, 67 jurnal Sinta 4, 42 jurnal terakreditasi Sinta 5, dan 6 jurnal terakreditasi Sinta 6.
Dalam sesi pemaparan dari Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T, menjelaskan para pengelola jurnal yang ada di Indonesia wajib mengikuti pedoman yang berlaku dengan harapan akan mempermudah dalam penilaian jika akan mengusulkan dalam akreditasi Sinta.
"Mengelola jurnal ini memang butuh keseriusan dan ketelatenan, karena dari sampul depan hingga website akan dilakukan penilaian,"ungkap Istadi.
Pada sesi kedua, Yoga Dwi Arianda sebagai tim Arjuna Kemendikbudristek. Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) merupakan sarana/system yang obyektif untuk Mengukur apakah suatu terbitan berkala ilmiah sudah memenuhi persyaratan mutu minimum untuk diberikan pengakuan akreditasi nasional.
Yoga memaparkan, hingga akhir 2020 terdata 5.990 jurnal yang terdata di tim Arjuna dengan rincian Sinta 1 sebanyak 93, Sinta 2 sebanyak 912, Sinta 3 sebanyak 1.167, Sinta 4 sebanyak 1.991, Sinta 5 sebanyak 1.598 dan Sinta 6 sebanyak 229.
"Kami terus berupaya memberikan pendampingan dengan workshop yang kami lakukan kepada pengelola jurnal jurnal baik yang akreditasi maupun yang akan reakreditasi," ujarnya.
Lihat Juga :