Transformasi IAIN Cirebon Jadi UISSI, Menag Luncurkan PJJ Pendidikan Agama Islam
Selasa, 14 Desember 2021 - 23:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Transformasi, IAIN Cirebon Buka Program Studi PJJ PAI, Cek Syaratnya
Untuk itu, pihaknya dalam hal ini Kemenag akan terus mendorong percepatan dalam menambah fakultas sehingga benar-benar layak menjadi universitas. “Saya berharap UISSI benar-benar menjadi universitas prinsipil dalam menjalankan aktivitas siber-nya. Coba dirancang fakultas, jurusan, program studi dan kegiatan UISSI yang kompatibel dengan perkembangan zaman kedepan,” tegasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan hasil pemetaan Pendis Kemenag, saat ini masih ada sekitar 40 ribuan guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S-1. Hal itu menjadi perhatian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya memenuhi kualifikasi dan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi pendidikan S-1. “Tujuan utamanya memenuhi janji konstitusi kita mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas yang cirinya adalah kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan pendidik,” katanya.
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut mengatakan, pihaknya perlu menghadirkan sebuah model pendidikan kekinian yang modern pada satu sisi tapi tetap segar yang tidak hanya menghadirkan aspek knowledge namun juga menyentuh nilai-nilai attitude dan skill. Dhani menerangkan IAIN Syekh Nurjati ditetapkan sebagai Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis siber pertama di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan SK Dirjen Pendis Nomor 1175 Tahun 2021 sebagai pilot project PTKI berbasis siber atau Islamic Siber University.
“Kita berharap terjadi proses transformasi pendidikan Islam di mana PTKI menjadi ruang kreasi dan connecting knowledge pada open source. Kita berharap sebuah proses pendidikan tidak melulu menjadi ruang kemewahan bagi anak bangsa yang belajar pada ruang formal tapi juga pada ruang ketika mereka bisa mengembangkan kapasitas diri,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya dalam hal ini Kemenag akan terus mendorong percepatan dalam menambah fakultas sehingga benar-benar layak menjadi universitas. “Saya berharap UISSI benar-benar menjadi universitas prinsipil dalam menjalankan aktivitas siber-nya. Coba dirancang fakultas, jurusan, program studi dan kegiatan UISSI yang kompatibel dengan perkembangan zaman kedepan,” tegasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan hasil pemetaan Pendis Kemenag, saat ini masih ada sekitar 40 ribuan guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S-1. Hal itu menjadi perhatian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya memenuhi kualifikasi dan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi pendidikan S-1. “Tujuan utamanya memenuhi janji konstitusi kita mencerdaskan anak bangsa melalui proses pendidikan yang berkualitas yang cirinya adalah kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan pendidik,” katanya.
Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut mengatakan, pihaknya perlu menghadirkan sebuah model pendidikan kekinian yang modern pada satu sisi tapi tetap segar yang tidak hanya menghadirkan aspek knowledge namun juga menyentuh nilai-nilai attitude dan skill. Dhani menerangkan IAIN Syekh Nurjati ditetapkan sebagai Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis siber pertama di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan SK Dirjen Pendis Nomor 1175 Tahun 2021 sebagai pilot project PTKI berbasis siber atau Islamic Siber University.
“Kita berharap terjadi proses transformasi pendidikan Islam di mana PTKI menjadi ruang kreasi dan connecting knowledge pada open source. Kita berharap sebuah proses pendidikan tidak melulu menjadi ruang kemewahan bagi anak bangsa yang belajar pada ruang formal tapi juga pada ruang ketika mereka bisa mengembangkan kapasitas diri,” terangnya.
Lihat Juga :