198 Produk Karya Mahasiswa Siap Masuk Pasar Global
Senin, 17 Januari 2022 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Pada masa pandemi, eksportir menjadi salah satu orientasi karier yang menantang untuk generasi muda. Namun, perlu disadari menjadi eksportir muda tidak bisa didapatkan secara instan. Eksportir muda perlu memiliki komitmen, pengetahuan, etos bisnis, keterampilan dan menguasai teknologi digital di era perdagangan yang serba online.
Program “Digital Export 2022” yang diadakan Sekolah Ekspor merupakan jembatan bagi mahasiswa untuk menjadi eksportir muda dengan membudidayakan teknologi digital.
Program “Digital Export 2022” tidak hanya menyelenggarakan konferensi, pameran, dan business matching di dalam dan luar negeri. Katalog dalam bentuk virtual dan cetak juga diterbitkan untuk menampilkan produk-produk ekspor mahasiswa SIB Kampus Merdeka. Di antaranya, produk lokal inovatif dan kreatif seperti batik, anyaman rotan, makanan dan minuman lokal, tas etnik, ukiran kayu, bahkan bumbu dan rempah. Berbagai produk lokal bisa dikembangkan dan dibawa ke pasar global.
Nizam juga berharap agar mahasiswa dapat semangat memasarkan produk yang telah diciptakan agar bisa menyentuh pasar global di kemudian hari. Mahasiswa diharapkan dapat turut berkontribusi membangun Indonesia menjadi pusat komoditas dunia ke depannya, dengan nilai tambah yang optimal seperti packaging dan branding bersama-sama.
"Saya harap adik-adik bisa memasuki pasar global, seperti Asia Tenggara, atau pasar spesifik lain dengan kreativitas adik-adik untuk membangun branding bersama dengan kualitas produk pasar (niche) dan values yang menjadikan produk kerja sama dengan UMKM Mikro ini unik dan ideal," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Handito Joewono menyampaikan harapannya agar timbul kemauan mahasiswa untuk berbagi pengalaman agar lebih banyak lagi calon eksportir muda, sehingga niat mencetak setidaknya 500 eksportir baru dan menghasilkan lebih dari 200 produk siap ekspor dapat terwujud di tahun 2030.
Program “Digital Export 2022” yang diadakan Sekolah Ekspor merupakan jembatan bagi mahasiswa untuk menjadi eksportir muda dengan membudidayakan teknologi digital.
Program “Digital Export 2022” tidak hanya menyelenggarakan konferensi, pameran, dan business matching di dalam dan luar negeri. Katalog dalam bentuk virtual dan cetak juga diterbitkan untuk menampilkan produk-produk ekspor mahasiswa SIB Kampus Merdeka. Di antaranya, produk lokal inovatif dan kreatif seperti batik, anyaman rotan, makanan dan minuman lokal, tas etnik, ukiran kayu, bahkan bumbu dan rempah. Berbagai produk lokal bisa dikembangkan dan dibawa ke pasar global.
Nizam juga berharap agar mahasiswa dapat semangat memasarkan produk yang telah diciptakan agar bisa menyentuh pasar global di kemudian hari. Mahasiswa diharapkan dapat turut berkontribusi membangun Indonesia menjadi pusat komoditas dunia ke depannya, dengan nilai tambah yang optimal seperti packaging dan branding bersama-sama.
"Saya harap adik-adik bisa memasuki pasar global, seperti Asia Tenggara, atau pasar spesifik lain dengan kreativitas adik-adik untuk membangun branding bersama dengan kualitas produk pasar (niche) dan values yang menjadikan produk kerja sama dengan UMKM Mikro ini unik dan ideal," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Handito Joewono menyampaikan harapannya agar timbul kemauan mahasiswa untuk berbagi pengalaman agar lebih banyak lagi calon eksportir muda, sehingga niat mencetak setidaknya 500 eksportir baru dan menghasilkan lebih dari 200 produk siap ekspor dapat terwujud di tahun 2030.
Lihat Juga :