Panglima TNI-Rektor UI Perkuat Sinergi 2 Institusi, Ini Harapan Andika Perkasa

Selasa, 18 Januari 2022 - 19:52 WIB
loading...
Panglima TNI-Rektor UI Perkuat Sinergi 2 Institusi, Ini Harapan Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, beserta jajarannya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (18/7). Foto/Dok/UI
A A A
JAKARTA - Rektor Universitas Indonesia ( UI ) bersama para wakil rektor UI dan para dekan UI bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (18/7). Kunjungan ini bertujuan membahas peluang kerja sama baru di antara UI dan TNI.

Sebelumnya, pada Juni 2020, UI dan TNI Angkatan Darat menjalin kerja sama bagi perwira AD yang andal dan berkualitas. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui perkuliahan pascasarjana (S2) di UI.

Baca juga: Mudah, Ini Tips dan Trik Jitu Lolos Ujian PKN STAN

Sinergi dua institusi ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, Ph.D dan Jenderal Andika Perkasa di Balai Sidang Kampus UI, Depok.

Pada November 2021, kedua instansi ini menjalin kerja sama yang baik melalui Fakultas Kedokteran UI dan TNI. Berkat kerja sama tersebut, prajurit TNI AD berkesempatan mendapat beasiswa kuliah di kedokteran UI.

Pada pertemuan yang berlangsung hangat, Jenderal Andika berharap, kerja sama yang akan dijalin selanjutnya dengan UI merupakan percepatan dokter-dokter TNI melalui program spesialis. Ia menyinggung juga tentang keberadaan rumah sakit TNI yang tersebar di beberapa daerah, seperti di Bandung, Magelang, Surabaya, Jogyakarta, Surabaya, dan Makassar.



Baca juga: 10 Beasiswa Luar Negeri Paling Diminati yang Buka Januari-Februari 2022

Rektor UI menyampaikan bahwa di era sekarang, konsep penta helix sangat penting di mana unsur pemerintah, akademisi, masyarakat, dan media berkomitmen untuk mengembangkan inovasi pengetahuan.

Pada kunjungan kali ini, katanya, “Kami datang dengan rumpun ilmu yang cukup lengkap, dari sosial budaya, misalnya. Adanya ancaman ideologi baru, bisa dengan membawanya kepada kearifan budaya. Kita harus mampu menciptakan kontranarasi,” katanya melalui siaran pers, Selasa (18/1/2022).
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1643 seconds (10.177#12.26)