Tips Sukses Magang di Perusahaan Bonafide dan Gaji Layak untuk Mahasiswa
Selasa, 18 Januari 2022 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
2. Temukan Perusahaan yang Bonafide sebagai Tempat Magang
Kesuksesan dalam belajar ketika magang juga dipengaruhi oleh industri tempat mahasiswa bekerja itu sendiri. Ketika kampus dan mahasiswa berhasil memilih perusahaan yang bonafide, yang didefinisikan sebagai perusahaan yang telah mapan secara proses kerja dan keuangan, serta memiliki legalitas yang jelas, maka perusahaan tersebut bisa menghadirkan pembelajaran dalam magang yang baik. Selain itu, perusahaan yang bonafide juga akan mampu untuk memberikan uang saku kepada mahasiswa sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Disinilah peran penting kampus dan mahasiswa untuk melakukan filter dan seleksi mitra industri. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan, Teknologi (Kemendikbudristek), juga sudah memiliki kerja sama resmi magang merdeka dengan ratusan industri yang bisa jadi pilihan para mahasiswa untuk magang. Sehingga yang dijadikan lokasi magang para mahasiswa, bukan tempat abal-abal.
“Misalnya ketika saya menyusun kerja sama magang kampus merdeka antara Universitas Trunojoyo Madura dengan Sevima, saya mempelajari dulu seputar proses bisnis dan peluang belajarnya. Bahkan aturang seputar gaji magang, yang sempat viral di media-media bahwa Dosen dan Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura ketika magang di Sevima akan memperoleh gaji hingga Rp15 juta per bulan untuk jabatan Product Manager, itu tertulis dalam perjanjian kerja sama. Jadi, pilih mitra magang dengan sebaik-baiknya,” lanjut Wahyudi.
3. Membuat Panduan Kurikulum yang Jelas di Kampus
Program MBKM merupakan salah satu program baru di dunia pendidikan di Indonesia. Sehingga persiapan di tingkat kampus menjadi sangat penting. Kampus perlu memberi panduan yang jelas kepada mahasiswa, apa yang perlu dilakukan, apa yang tidak, bagaimana proses penilaiannya, diakui sebagai berapa kredit semester (SKS), bagaimana pelaporannya ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDikti)
Selain itu, panduan kurikulum MBKM diharapkan dapat terus dikembangkan kampus. Sebagai program baru, tentu ada banyak tantangan dan pelajaran selama proses pelaksanaan. Langkah terbaik dalam penyusunan panduan ini, menurut Wahyudi, adalah musyawarah dan penggunaan fasilitas online seperti sistem akademik berbasis awan (Siakadcloud). Sehingga pelaporan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara otomatis dan berbasis data.
“Dalam beberapa kasus, ada kampus tidak rela jika magang mahasiswa selama beberapa bulan, terlebih lagi di tempat magang yang tidak tepat, dikonversi (diberi nilai) sejumlah 20 SKS. Hal ini sangat wajar, karena memang setiap kebutuhan program studi berbeda, sehingga baiknya dimusyawarahkan dan diambil keputusan berbasis data yang telah dihimpun secara otomatis dan integrasi ketika menggunakan Siakadcloud,” ujar Wahyudi.
(mpw)
Lihat Juga :