SPAN-UM PTKIN, Menag Soroti Rendahnya Peminat Jurusan Keilmuan Agama
Rabu, 19 Januari 2022 - 16:48 WIB
loading...
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merilis SPAN-UM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2022. Foto/Dok/Ditjen Pendis Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama ( Menag ) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) 2022.
Peluncuran SPAN-UM PTKIN mengusung tagline Kuliah di PTKIN; Its My Dream Destination, dengan tema besar Merajut Indonesia Emas, Histori, Mimpi dan Prestasi.
Baca juga: Menag: Seleksi Mahasiswa Melalui SPAN-UM Sarana Peningkatan Mutu PTKIN
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengatakan sejak memasuki situasi pandemi Covid-19, PTKIN dituntut lebih kreatif dan inovatif, utamanya penyelenggaraan ujian secara online, melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
"Pelaksanaan seleksi secara elektronik ini tidak bisa dihindari, bahkan akan menjadi trend seterusnya, meskipun pandemi Covid-19 telah tiada," kata Menag, Selasa (18/1/2022). "Tranformasi dan investasi digital harus menjadi prioritas," sambungnya.
Langkah ini, lanjut Menag, merupakan bukti bahwa PTKIN sangat responsif terhadap perubahan dan tantangan zaman yang ada. "Karena itu, Perguruan Tinggi tidak boleh stagnan, tapi harus inovatif, responsif, dan mampu meng-cover kebutuhan masyarakat di masa-masa yang akan datang," sambung Menag.
Baca juga: Tahun Ini, SPAN-UM PTKIN 2022 akan Terima 172.885 Mahasiswa Baru
Peluncuran SPAN-UM PTKIN mengusung tagline Kuliah di PTKIN; Its My Dream Destination, dengan tema besar Merajut Indonesia Emas, Histori, Mimpi dan Prestasi.
Baca juga: Menag: Seleksi Mahasiswa Melalui SPAN-UM Sarana Peningkatan Mutu PTKIN
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengatakan sejak memasuki situasi pandemi Covid-19, PTKIN dituntut lebih kreatif dan inovatif, utamanya penyelenggaraan ujian secara online, melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
"Pelaksanaan seleksi secara elektronik ini tidak bisa dihindari, bahkan akan menjadi trend seterusnya, meskipun pandemi Covid-19 telah tiada," kata Menag, Selasa (18/1/2022). "Tranformasi dan investasi digital harus menjadi prioritas," sambungnya.
Langkah ini, lanjut Menag, merupakan bukti bahwa PTKIN sangat responsif terhadap perubahan dan tantangan zaman yang ada. "Karena itu, Perguruan Tinggi tidak boleh stagnan, tapi harus inovatif, responsif, dan mampu meng-cover kebutuhan masyarakat di masa-masa yang akan datang," sambung Menag.
Baca juga: Tahun Ini, SPAN-UM PTKIN 2022 akan Terima 172.885 Mahasiswa Baru
Lihat Juga :