Hal-hal Konkret yang Bisa Kita Lakukan untuk Menjaga Lingkungan

Kamis, 03 Februari 2022 - 17:22 WIB
loading...
Hal-hal Konkret yang...
Jaga lingkungan sekitar. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Setiap orang selalu mendambakan lingkungan bersih dan nyaman di daerah tempat tinggalnya. Lingkungan yang terjaga akan membuat siapa pun betah berada di situ. Tidak hanya soal kenyamanan, sebagaimana kita ketahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan menjaga kebersihan artinya kita turut merawat keimanan yang ada di dalam diri. Iman bukan soal religiusitas semata, lebih dari itu kemauan kita untuk turut menjaga lingkungan juga termasuk di dalamnya.

Hampir setiap hari kita mendengar berita-berita kurang menyenangkan mengenai kondisi bumi. Mulai dari banjir, tanah longsor, mencairnya es di kutub, hingga keberadaan sampah plastik berton-ton yang memenuhi laut lepas. Sungguh mengerikan bukan?

Baca juga: Bersanding Harvard dan Stanford, UGM Masuk 10 Besar Dunia Kampus Top di Instagram

Usia bumi yang bisa dibilang tua ini sangat rawan dengan serangan bencana alam . Maka dari itu, kita sebagai manusia sudah sepantasnya turut menjaga keadaan lingkungan. Dimulai dari hal-hal sederhana kita bisa turut menyelamatkan bumi, berikut ini hal-hal konkret yang bisa kita lakukan.

1. Membuang Sampah Pada Tempatnya
Membuang sampah pada tempatnya adalah perilaku sederhana yang sangat sulit dikerjakan sebagian orang. Beberapa dari mereka memilih meninggalkan sampah di tempat umum, bahkan ada yang membuangnya di aliran sungai. Perilaku seperti itu sangat disayangkan mengingat keberadaan tempat sampah sudah tersebar luas di beberapa penjuru. Akses tempat sampah pun sangat mudah dijangkau sehingga kesadaran membuang pada tempatnya harus mulai digalakkan.

2. Mengurangi Penggunaan Benda Sekali Pakai
Pembatasan kantong plastik sudah dilakukan sejak lama, penggantinya adalah tas belanja dari kain yang bisa digunakan berulang kali. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi limbah plastik yang jumlahnya sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan, kantong plastik masuk dalam barang yang harus dibayar. Masyarakat diharapkan bisa mulai sadar untuk membawa tas belanja sendiri mulai sekarang.

Baca juga: Ini Sederet Pejabat Tinggi Negara Lulusan Universitas Indonesia

Selain kantong plastik yang eksistensinya sudah mulai digantikan oleh kantong belanja, kita juga bisa mulai menggunakan sedotan stainless dan botol minum sendiri saat keluar rumah. Kedua benda itu sangat krusial dan setiap orang pasti membutuhkannya apalagi jika keluar rumah. Selain turut menjaga lingkungan, kita juga bisa lebih menghemat pengeluaran karena tidak perlu lagi membeli air mineral.

3. Menggunakan Transportasi Umum atau Bersepeda
Kegiatan bersepeda menjadi rutinitas tersendiri saat new normal mulai diberlakukan. Semua orang berbondong-bondong untuk ikut bersepeda setiap pagi atau sore. Mereka menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Walaupun olah raga tidak hanya bersepeda saja tapi kegiatan tersebut masih menjadi primadona hingga kini.

Rutinitas bersepeda diharapkan bisa terus berlanjut sampai menjadi kendaraan untuk menuju tempat kerja atau sekolah. Selain bersepeda, kita bisa turut menjaga lingkungan dengan membiasakan penggunaan transportasi umum. Dengan mengutamakan naik transportasi umum kita turut mengurangi keberadaan polusi udara. Jika kadar polusi udara berkurang maka udara jadi makin segar dan tentunya menyehatkan.

4. Menanam Pohon Lebih Banyak
Tidak perlu jauh-jauh melakukan reboisasi hutan karena kita bisa mulai menanam di sekitar rumah terlebih dahulu. Rumah yang memiliki banyak tanaman pasti udara di sekitarnya bersih dan menyegarkan. Dengan menanam satu pohon setiap bulannya kita bisa turut menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi dengan curah hujan tinggi di setiap tahun, resiko banjir juga makin tinggi. Keberadaan pohon di lingkungan tempat tinggal berfungsi sebagai resapan agar air tidak masuk ke dalam rumah.

5. Tidak Membakar Sampah
Kegiatan membakar sampah jadi kebiasaan masyarakat kita, hal itu perlu untuk dihentikan mulai sekarang. Sampah yang notabennya campuran dari berbagai limbah, saat nanti dibakar akan menyebabkan kabut tebal yang berefek pada bau tidak sedap. Asap yang muncul juga dapat mengganggu jarak padang dan ketidaknyamanan bagi orang-orang sekitar rumah.

6. Mendaur Ulang Produk
Saat duduk di bangku sekolah dulu, kita diajarkan dengan prinsip 3R yakni reduce, reuse, dan recycle. Pada intinya 3R adalah konsep mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi. Seperti misalnya plastik botol minuman yang dapat didaur ulang menjadi pot bunga atau hiasan rumah. Ada juga plastik bungkus kemasan makanan yang bisa didaur ulang menjadi wadah atau tas cantik.

7. Mencabut Kabel yang Tidak Terpakai
Seseorang kerap lupa tidak mencabut kabel setelah menggunakan peralatan elektronik. Jika hal demikian terus menerus dilakukan akan menyebabkan pemborosan listrik yang berujung tagihan tinggi. Selain itu, cadangan sumber daya seperti yang terbuat dari fosil lama kelamaan akan habis jika pemborosan listrik terus dilakukan. Mulai sekarang cabut kabel yang sudah tidak terpakai untuk turut menjaga sumber daya yang ada.

Terbukti bukan untuk menjadi penyelamat bumi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di atas. Tidak perlu muluk-muluk untuk merencanakan keikutsertaan kelompok berskala besar karena semua langkah bisa kita mulai dari diri sendiri. Jika kita sudah mampu melakukannya pasti menjadi contoh bagi orang-orang sekitar. Maka dari itu jadilah agen lingkungan dengan mulai menerapkan langkah-langkah konkret di atas.

Penulis Artikel:
Team Teknik Lingkungan Universitas Bakrie
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Berita Terkini
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Infografis
Ketentuan Seragam dan...
Ketentuan Seragam dan 4 Hal yang Dilarang Selama MPLS 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved