Keren, 3 Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Portable
Sabtu, 05 Februari 2022 - 01:19 WIB
loading...
Ilustrasi prototipe penggunaan Transaura. Foto/Dok/UI
A
A
A
JAKARTA - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menciptakan alat penerjemah bahasa isyarat TRANSAURA dengan menggunakan teknologi TensorFlow dan Raspberry Pi.
Ketiga mahasiswa UI ini menaruh minat yang besar terhadap bahasa isyarat karena menyadari minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum.
Baca juga: Bersanding Harvard dan Stanford, UGM Masuk 10 Besar Dunia Kampus Top di Instagram
Ketiga mahasiswa lintas jurusan ini adalah Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo (Fakultas Teknik UI, 2020), Aine Shahnaz Tjandraatmadja (Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2020) dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2018).
Pakar Image Processing Dodi Sudiana mengatakan, minimnya alat penerjemah bahasa isyarat menimbulkan isu sosial terhadap penyandang disabilitas. Misalnya, seperti kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan kesempatan kerja, dan inklusi partisipasi sosial.
"Teknologi Transaura sendiri dibuat dengan menggunakan TensorFlow untuk machine learning dan Raspberry Pi untuk object detection,” kata Dodi Sudiana, yang merupakan Dosen Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI (FTUI) dalam keterangan pers, Jumat (4/2/2022).
Ketiga mahasiswa UI ini menaruh minat yang besar terhadap bahasa isyarat karena menyadari minimnya aksesibilitas penerjemahan bahasa isyarat bagi masyarakat umum.
Baca juga: Bersanding Harvard dan Stanford, UGM Masuk 10 Besar Dunia Kampus Top di Instagram
Ketiga mahasiswa lintas jurusan ini adalah Daffa Fairuzaufa Athallah Raharjo (Fakultas Teknik UI, 2020), Aine Shahnaz Tjandraatmadja (Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2020) dan Almaz Scarletta Tjakrashafanti (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2018).
Pakar Image Processing Dodi Sudiana mengatakan, minimnya alat penerjemah bahasa isyarat menimbulkan isu sosial terhadap penyandang disabilitas. Misalnya, seperti kesenjangan pendidikan, ketidaksetaraan kesempatan kerja, dan inklusi partisipasi sosial.
"Teknologi Transaura sendiri dibuat dengan menggunakan TensorFlow untuk machine learning dan Raspberry Pi untuk object detection,” kata Dodi Sudiana, yang merupakan Dosen Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik UI (FTUI) dalam keterangan pers, Jumat (4/2/2022).
Lihat Juga :