Dosen UI Jadi Satu-satunya Peneliti Indonesia Raih Penghargaan EYRA 2021
Sabtu, 05 Februari 2022 - 16:55 WIB
loading...
Dosen Departemen Akuntansi FEB UI Desi Adhariani
A
A
A
JAKARTA - Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Desi Adhariani berhasil meraih Emerald Young Researcher Award (EYRA) 2021 dan menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia yang memenangkan penghargaan ini.
Desi bersaing dengan lima peneliti lainnya dari berbagai negara di Asia, pada Januari 2022. EYRA merupakan penghargaan regional terbatas pada peneliti di wilayah Singapura, Malaysia, Brunei, Indonesia, Filipina, Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Macau, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Laos.
“Saya mengapresiasi Emerald yang menghargai kerja keras para peneliti muda. Jadi, tidak hanya memberikan penghargaan kepada well established researchers, tetapi mereka turut memberikan kesempatan dan menghargai early career researchers,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (5/2/2022).
Kompetisi yang diselenggarakan Emerald Publishing pada kategori EYRA mengharuskan para peneliti mengajukan esai ringkas sebanyak 2.000 kata, tentang penelitian yang telah terbit dalam dua tahun terakhir. Esai tersebut harus menjelaskan berbagai hal penting dan peran dari penelitian yang telah terbit bagi lingkungan dan masyarakat. Baca: Keren, 3 Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Portable
Dalam dua tahun terakhir, Desi telah memiliki beberapa publikasi yang diunggah pada jurnal milik Emerald terkait dengan topik lingkungan dan masyarakat. Oleh karena berada pada area “Sustainability Accounting” dan “Peran Akuntan Manajemen di Masyarakat” hal ini sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh Emerald.
“Saya harus membuat tulisan yang mengemukakan pentingnya kegiatan penelitian. Lebih luas lagi, mereka ingin mengetahui keterkaitan penelitian terhadap masyarakat (community engagement) dan lingkungan (termasuk dalam komponen Sustainable Development Goals),” kata Desi.
Menurutnya, ada banyak jalur untuk menerapkan berbagai hasil penelitian. Di Akuntansi, misalnya, Desi dapat menerapkan ilmu pengetahuan akuntansi sebagai konsultan untuk kepentingan perusahaan. Namun, ada hal yang sering terlupakan, yakni melakukan pengabdian masyarakat. Untuk itu, ia berharap penelitiannya mampu memberikan kontribusi nyata dalam hal pengabdian masyarakat dan penerapan kebijakan.
Desi bersaing dengan lima peneliti lainnya dari berbagai negara di Asia, pada Januari 2022. EYRA merupakan penghargaan regional terbatas pada peneliti di wilayah Singapura, Malaysia, Brunei, Indonesia, Filipina, Korea, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Macau, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Laos.
“Saya mengapresiasi Emerald yang menghargai kerja keras para peneliti muda. Jadi, tidak hanya memberikan penghargaan kepada well established researchers, tetapi mereka turut memberikan kesempatan dan menghargai early career researchers,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (5/2/2022).
Kompetisi yang diselenggarakan Emerald Publishing pada kategori EYRA mengharuskan para peneliti mengajukan esai ringkas sebanyak 2.000 kata, tentang penelitian yang telah terbit dalam dua tahun terakhir. Esai tersebut harus menjelaskan berbagai hal penting dan peran dari penelitian yang telah terbit bagi lingkungan dan masyarakat. Baca: Keren, 3 Mahasiswa UI Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Portable
Dalam dua tahun terakhir, Desi telah memiliki beberapa publikasi yang diunggah pada jurnal milik Emerald terkait dengan topik lingkungan dan masyarakat. Oleh karena berada pada area “Sustainability Accounting” dan “Peran Akuntan Manajemen di Masyarakat” hal ini sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh Emerald.
“Saya harus membuat tulisan yang mengemukakan pentingnya kegiatan penelitian. Lebih luas lagi, mereka ingin mengetahui keterkaitan penelitian terhadap masyarakat (community engagement) dan lingkungan (termasuk dalam komponen Sustainable Development Goals),” kata Desi.
Menurutnya, ada banyak jalur untuk menerapkan berbagai hasil penelitian. Di Akuntansi, misalnya, Desi dapat menerapkan ilmu pengetahuan akuntansi sebagai konsultan untuk kepentingan perusahaan. Namun, ada hal yang sering terlupakan, yakni melakukan pengabdian masyarakat. Untuk itu, ia berharap penelitiannya mampu memberikan kontribusi nyata dalam hal pengabdian masyarakat dan penerapan kebijakan.
Lihat Juga :