Dosen UI Jadi Satu-satunya Peneliti Indonesia Raih Penghargaan EYRA 2021
Sabtu, 05 Februari 2022 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
“Saya tertarik pada bidang pengabdian masyarakat untuk melayani masyarakat marginal yang mungkin masih kurang tersentuh oleh akademisi akuntansi. Saat ini misalnya, saya berusaha untuk membangun kepedulian melalui penelitian tentang krisis air di Bali,” ujar Desi.
Selain merambah dunia jurnal, kini ia mulai lebih banyak membagikan hasil penelitiannya secara popular di media sosial. Kelak, Desi ingin menjangkau lebih jauh ke media massa. Dengan jalur pendistribusian ide yang lebih beragam, ia berharap dapat terlibat secara tak langsung dalam memberikan awareness hingga memengaruhi penetapan dan penerapan kebijakan.
“Penelitian untuk publikasi memang, baik bagi pribadi peneliti maupun lembaga seperti akreditasi, ranking universitas, dan sebagainya, tetapi akan lebih baik lagi apabila ada manfaatnya untuk policy, practice, lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya. Baca juga: Mahasiswa UI Tawarkan 4 Solusi Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan terkait penghargaan yang ia menangkan. “Dengan penghargaan ini, harapan saya akan lebih terbuka kemungkinan para peneliti dari Indonesia, khususnya Universitas Indonesia, untuk meraih penghargaan serupa di waktu berikutnya dari penerbit atau lembaga terkemuka lainnya, dan mungkin tidak hanya di tingkat Asia tetapi lebih tinggi lagi,” ujar Desi.
Emerald Publishing Limited merupakan sebuah penerbit buku dan jurnal ilmiah akademik. Melalui Emerald Young Researcher Award (EYRA), mereka berusaha mengapresiasi peneliti pada tahap awal karier yang telah menerbitkan artikel di jurnal milik Emerald.
Selain merambah dunia jurnal, kini ia mulai lebih banyak membagikan hasil penelitiannya secara popular di media sosial. Kelak, Desi ingin menjangkau lebih jauh ke media massa. Dengan jalur pendistribusian ide yang lebih beragam, ia berharap dapat terlibat secara tak langsung dalam memberikan awareness hingga memengaruhi penetapan dan penerapan kebijakan.
“Penelitian untuk publikasi memang, baik bagi pribadi peneliti maupun lembaga seperti akreditasi, ranking universitas, dan sebagainya, tetapi akan lebih baik lagi apabila ada manfaatnya untuk policy, practice, lingkungan, dan masyarakat,” ujarnya. Baca juga: Mahasiswa UI Tawarkan 4 Solusi Penyempurnaan Aplikasi PeduliLindungi
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan terkait penghargaan yang ia menangkan. “Dengan penghargaan ini, harapan saya akan lebih terbuka kemungkinan para peneliti dari Indonesia, khususnya Universitas Indonesia, untuk meraih penghargaan serupa di waktu berikutnya dari penerbit atau lembaga terkemuka lainnya, dan mungkin tidak hanya di tingkat Asia tetapi lebih tinggi lagi,” ujar Desi.
Emerald Publishing Limited merupakan sebuah penerbit buku dan jurnal ilmiah akademik. Melalui Emerald Young Researcher Award (EYRA), mereka berusaha mengapresiasi peneliti pada tahap awal karier yang telah menerbitkan artikel di jurnal milik Emerald.
(nz)
Lihat Juga :