8 Tips untuk Tingkatkan Peluang Lulus di SNMPTN 2022
Rabu, 09 Februari 2022 - 10:42 WIB
loading...
A
A
A
Karena akreditasi SMA Pemuda Pemudi A, maka kuota yang diperoleh sebanyak 40% untuk siswa IPA dan 40% untuk siswa IPS.
40% x 150 siswa IPA = 60
40% x 150 siswa IPS = 60
Artinya, ada 60 orang dari angkatan IPA dan 60 orang dari angkatan IPS yang berhak mendaftar SNMPTN.
Pemeringkatan atau penentuan ranking paralel dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan nilai mata pelajaran semester 1 sampai 5.
Apabila terdapat siswa yang memiliki persamaan nilai, maka sekolah berhak menambahkan kriteria lain berupa prestasi akademik.
Dengan demikian, keputusan mengenai siswa eligible diatur sekolah masing-masing.
3. Nilai Rapor
Setelah dinyatakan eligible, rapor dimasukkan ke dalam PDSS. Selanjutnya, penilaian diserahkan kepada LTMPT dan PTN yang bersangkutan secara tertutup. Kemudian, berapa nilai minimal agar lolos di SNMPTN?
Jawabannya: tidak ada nilai yang mutlak. Peserta SNMPTN hanya perlu meningkatkan prestasi akademik dari kelas 10 sampai 12 semester 1. Tidak harus naik drastis melainkan cenderung stabil dan jangan sampai anjlok.
Selanjutnya, perhatikan relevansi antara nilai mapel dengan jurusan yang dipilih. Misalnya jika ingin masuk akuntansi Unpad maka nilai Ekonomi yang menjadi penilaian utama dibanding mata pelajaran lainnya.
Baca juga: LTMPT Buat Terobosan untuk Mudahkan Proses Penerimaan Mahasiswa Baru
4. Portofolio
Selain rapor, portofolio juga wajib dilampirkan oleh mereka yang memilih jurusan di bidang Seni, Fotografi, Olahraga, serta Film dan Televisi.
Portofolio SNMPTN terdiri dari biodata siswa, deskripsi diri, hasil karya, dan surat pernyataan keaslian karya. Jika tidak melampirkan portofolio, otomatis kamu akan gugur dalam sistem penilaian SNMPTN 2022.
Portofolio berfungsi sebagai bukti keterampilan siswa di suatu bidang. Siapkan dari jauh-jauh hari supaya kamu nggak repot saat pendaftaran nanti.
5. Sertifikat Tambahan (jika ada)
Lampiran sertifikat berpengaruh terhadap proses penilaian SNMPTN. Tapi ingat, sertifikat yang dicantumkan tidak boleh asal-asalan. Pastinya harus masih yang berhubungan dengan program studi yang diambil.
Kalian bisa mencantumkan sertifikat tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Semakin tinggi tingkat penyelenggaranya, semakin banyak poin yang didapatkan untuk lulus SNMPTN.
Jenis sertifikat yang dapat dilampirkan antara lain:
40% x 150 siswa IPA = 60
40% x 150 siswa IPS = 60
Artinya, ada 60 orang dari angkatan IPA dan 60 orang dari angkatan IPS yang berhak mendaftar SNMPTN.
Pemeringkatan atau penentuan ranking paralel dilakukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan nilai mata pelajaran semester 1 sampai 5.
Apabila terdapat siswa yang memiliki persamaan nilai, maka sekolah berhak menambahkan kriteria lain berupa prestasi akademik.
Dengan demikian, keputusan mengenai siswa eligible diatur sekolah masing-masing.
3. Nilai Rapor
Setelah dinyatakan eligible, rapor dimasukkan ke dalam PDSS. Selanjutnya, penilaian diserahkan kepada LTMPT dan PTN yang bersangkutan secara tertutup. Kemudian, berapa nilai minimal agar lolos di SNMPTN?
Jawabannya: tidak ada nilai yang mutlak. Peserta SNMPTN hanya perlu meningkatkan prestasi akademik dari kelas 10 sampai 12 semester 1. Tidak harus naik drastis melainkan cenderung stabil dan jangan sampai anjlok.
Selanjutnya, perhatikan relevansi antara nilai mapel dengan jurusan yang dipilih. Misalnya jika ingin masuk akuntansi Unpad maka nilai Ekonomi yang menjadi penilaian utama dibanding mata pelajaran lainnya.
Baca juga: LTMPT Buat Terobosan untuk Mudahkan Proses Penerimaan Mahasiswa Baru
4. Portofolio
Selain rapor, portofolio juga wajib dilampirkan oleh mereka yang memilih jurusan di bidang Seni, Fotografi, Olahraga, serta Film dan Televisi.
Portofolio SNMPTN terdiri dari biodata siswa, deskripsi diri, hasil karya, dan surat pernyataan keaslian karya. Jika tidak melampirkan portofolio, otomatis kamu akan gugur dalam sistem penilaian SNMPTN 2022.
Portofolio berfungsi sebagai bukti keterampilan siswa di suatu bidang. Siapkan dari jauh-jauh hari supaya kamu nggak repot saat pendaftaran nanti.
5. Sertifikat Tambahan (jika ada)
Lampiran sertifikat berpengaruh terhadap proses penilaian SNMPTN. Tapi ingat, sertifikat yang dicantumkan tidak boleh asal-asalan. Pastinya harus masih yang berhubungan dengan program studi yang diambil.
Kalian bisa mencantumkan sertifikat tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Semakin tinggi tingkat penyelenggaranya, semakin banyak poin yang didapatkan untuk lulus SNMPTN.
Jenis sertifikat yang dapat dilampirkan antara lain:
Lihat Juga :