Orang Tua Wajib Tahu, Pentingnya Perencanaan Keuangan untuk Pendidikan Anak

Sabtu, 12 Februari 2022 - 00:33 WIB
loading...
A A A
Sebagai contoh misalnya biaya masuk TK tahun ini diperkirakan sebesar Rp5 Juta, dengan asumsi kenaikan biaya sebesar 15% per tahun, maka untuk 3 tahun mendatang besaran biaya masuk TK akan menjadi sebesar: (5 x (1+ 0.15)3) = Rp7.604.375. Jika anak akan masuk TK 3 tahun lagi, maka mulai saat ini orang tua perlu menabung sebesar Rp2.534.792 per tahun atau Rp211.233 per bulan.

Ke dalam biaya tersebut belum termasuk uang SPP, uang bangunan (kalau ada), uang seragam, dan uang buku. Alokasi biaya yang sama, juga lakukan ketika akan masuk SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

3. Buat Daftar Estimasi Kebutuhan Biaya Lain
Biaya pendidikan tidak terbatas hanya pada biaya masuk sekolah dan iuran bulanan (SPP), namun masih ada biaya-biaya lain di luar kegiatan sekolah, misalnya saja seperti biaya buku pelajaran tambahan, seragam dan biaya les.

Maka pihak orang tua juga perlu memikirkan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk mengasah bakat sang anak nanti. Misalnya saja jika anak kita memiliki bakat dalam bidang musik, tentu orang tua perlu memberinya instrumen musik untuk berlatih. Meski belum bisa menentukannya secara spesifik, setidaknya orang tua perlu mempersiapkan anggarannya dan memasukkannya ke dalam rencana biaya pendidikan anak.

4. Cermati pilihan investasi
Saat ini banyak sekali pilihan produk investasi yang ditawarkan oleh berbagai institusi keuangan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Maka pilihlah produk investasi sesuai dengan kemampuan dan anggaran yang tersedia.

Pelajari dan pahami secara detail perjanjian dalam melakukan investasi. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli keuangan yang dipercaya atau dengan orang lain yang telah memiliki banyak pengalaman. Tanyakan dan diskusikan sebelum memutuskan jenis investasi mana yang akan dipilih.

Sebagai contoh investasi saham atau reksadana merupakan jenis investasi jangka panjang, maka apabila kita akan menyekolahkan anak pada 1 atau 2 tahun yad, jelas bukan merupakan pilihan investasi yang tepat.

Setidaknya ada dua produk investasi pendidikan yang bisa dijadikan pilihan, diantaranya adalah tabungan pendidikan anak dan asuransi pendidikan.

Sama seperti tabungan pada umumnya, tabungan pendidikan anak pada dasarnya adalah sebuah wadah untuk menyimpan uang. Hal yang membedakan antara tabungan pendidikan dengan tabungan biasa adalah adanya asuransi jiwa di dalamnya. Selain itu, tabungan pendidikan ini juga cocok untuk tujuan jangka pendek atau antara 2 hingga 5 tahun.

Di sisi lain, asuransi pendidikan pada dasarnya adalah investasi yang nilainya bisa naik dan turun sesuai dengan produk investasi yang ada dalam portofolio asuransi pendidikan tersebut. Karena itu, asuransi pendidikan ini lebih cocok untuk tabungan pendidikan jangka panjang atau lebih dari 10 tahun.

Berikut ini disampaikan lebih detail beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih untuk perencanaan keuangan pendidikan anak, yaitu :

Deposito
Deposito dianggap investasi yang paling tepat dijadikan sebagai instrumen pengembangan dana pendidikan, terutama jika jangka waktunya masih 2–3 tahun lagi. Namun perlu memperhatikan besaran setoran pertamanya, karena tingkat imbalnya memang tidak tinggi, seimbang dengan risiko yang juga rendah.

Tabungan
Instrumen lain yang memiliki risiko yang rendah dan cenderung aman untuk menyimpan dana biaya sekolah adalah tabungan berjangka. Tabungan ini bisa di-top up sewaktu-waktu, sehingga ketika ada rejeki, maka bisa langsung ditambahkan.

Emas
Emas termasuk instrumen yang dianga tepat untuk investasi jangka menengah hingga panjang, minimal sekitar 5 tahunan. Untuk diketahui bahwa harga emas tidak selalu naik namun berfluktuasi seperti halnya harga komoditi yang lain. Maka perlu diperhitungkan dengan cermat.

Reksa dana
Reksa dana sebagai pilihan investasi lain yang dianggap tepat sebagai opsi investasi untuk mengembangkan dana pendidikan anak. Terdapat 4 jenis reksa dana dengan karakter masing-masing yang berbeda, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham. Pihak orang tua bisa menyesuaikan jenis reksadana dengan kebutuhan, rencana, dan juga profil risikonya masing-masing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Tokoh Masyarakat Merauke:...
Tokoh Masyarakat Merauke: PSN Wanam Harus Jamin Masa Depan Pendidikan Anak
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
Zaskia Adya Mecca Izinkan...
Zaskia Adya Mecca Izinkan Anak Bolos Sekolah, Alasannya Bikin Salut
Rekomendasi
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Berita Terkini
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved