Bersaing dengan 20 Negara, Aplikasi Smart Trash UNY Raih Juara di AISEEF
Sabtu, 12 Februari 2022 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini yang mendorong Rendy Novianto, Aira Mayhesa, dan Zakkiatuz Zahrolazizah dari prodi D4 Pemasaran, Fadila Balqis Arifah prodi S1 Akuntansi dan Adha Estu Rizqi Susetya Radi prodi S1 Bahasa dan Sastra Inggris untuk menciptakan aplikasi pengelolaan sampah plastik yang diberi nama Smart Trash.
Menurut Rendy, Smart Trash adalah platform edukasi dan pengelolaan sampah plastik dalam bentuk aplikasi android yang bertujuan membantu tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh warga dalam membantu dan mengelola sampah plastik dengan cara yang lebih baik dengan bagian yang menguntungkan di setiap kategori sampah plastik.
“Smart Trash dirancang tidak hanya untuk mengelola sampah plastik tetapi juga menjadi platform yang edukatif dan interaktif dengan desain yang menarik dengan menerapkan teknologi yang user-friendly dan up-to-date” kata Rendy melansir laman UNY di uny.ac.id.
Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini untuk mendapatkan berbagai keuntungan. Seperti menjual dan membeli sampah dalam berbagai kategori dalam bentuk pelet plastik dan membaca artikel tentang lingkungan.
Baca juga: Kemendikbudristek Terbitkan Panduan Pembelajaran Semester Genap di PT pada Masa Pandemi
Selain itu, warga dapat menemukan komunitas pecinta lingkungan terdekat, dan saku digital disertai dengan chatbot yang mudah digunakan. Dengan menggunakan aplikasi ini diharapkan masyarakat dapat belajar dan mendapatkan ilmu serta mengelola sampah rumah tangganya dengan lebih baik.
Menurut Rendy, Smart Trash adalah platform edukasi dan pengelolaan sampah plastik dalam bentuk aplikasi android yang bertujuan membantu tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh warga dalam membantu dan mengelola sampah plastik dengan cara yang lebih baik dengan bagian yang menguntungkan di setiap kategori sampah plastik.
“Smart Trash dirancang tidak hanya untuk mengelola sampah plastik tetapi juga menjadi platform yang edukatif dan interaktif dengan desain yang menarik dengan menerapkan teknologi yang user-friendly dan up-to-date” kata Rendy melansir laman UNY di uny.ac.id.
Pengguna dapat menggunakan aplikasi ini untuk mendapatkan berbagai keuntungan. Seperti menjual dan membeli sampah dalam berbagai kategori dalam bentuk pelet plastik dan membaca artikel tentang lingkungan.
Baca juga: Kemendikbudristek Terbitkan Panduan Pembelajaran Semester Genap di PT pada Masa Pandemi
Selain itu, warga dapat menemukan komunitas pecinta lingkungan terdekat, dan saku digital disertai dengan chatbot yang mudah digunakan. Dengan menggunakan aplikasi ini diharapkan masyarakat dapat belajar dan mendapatkan ilmu serta mengelola sampah rumah tangganya dengan lebih baik.
Lihat Juga :