Perbaiki Nasib Masa Depan, Ratusan TKI Korsel Nekat Ambil Kuliah Online
Senin, 21 Februari 2022 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Beasiswa Magister Kominfo Sudah Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar
Kuliah Online juga disebutnya telah menjadi simbol kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan. Karena pada 2020 lalu, peresmian Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Siber Asia dilakukan oleh Wakil Presiden RI Prof. Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan Pejabat Tinggi dari Korea Selatan.
Kampus ini juga dipimpin oleh Rektor Asing pertama di Indonesia, yaitu Jang Youn Cho PhD yang berkebangsaan Korea Selatan.
“Sehingga saya bisa memberi penjaminan mutu sebagai Kepala LLDIKTI Jakarta, bahwa fasilitas dan pengajar kuliah online, menguasai teknologi dan mengajak mahasiswanya untuk menguasai teknologi masa depan!,” ungkap Paristiyanti.
Kompetensi masa depan, dijabarkan lebih lanjut oleh Paristiyanti, ada lebih dari 10 bidang. Beberapa di antaranya: menulis secara akademik, digital marketing, pengembangan produk, analisis data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), cloud computing, working with people, penggunaan teknologi.
Investasi dan lapangan pekerjaan di industri yang membutuhkan kompetensi masa depan juga kini tumbuh secara cepat. Berdasarkan statistik, Korea Selatan kini menjadi investor ketiga terbesar di Indonesia. Investasi yang ditanamkan mayoritas di bidang manufaktur dan digital.
Kuliah Online juga disebutnya telah menjadi simbol kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan. Karena pada 2020 lalu, peresmian Pembelajaran Jarak Jauh di Universitas Siber Asia dilakukan oleh Wakil Presiden RI Prof. Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, dan Pejabat Tinggi dari Korea Selatan.
Kampus ini juga dipimpin oleh Rektor Asing pertama di Indonesia, yaitu Jang Youn Cho PhD yang berkebangsaan Korea Selatan.
“Sehingga saya bisa memberi penjaminan mutu sebagai Kepala LLDIKTI Jakarta, bahwa fasilitas dan pengajar kuliah online, menguasai teknologi dan mengajak mahasiswanya untuk menguasai teknologi masa depan!,” ungkap Paristiyanti.
Kompetensi masa depan, dijabarkan lebih lanjut oleh Paristiyanti, ada lebih dari 10 bidang. Beberapa di antaranya: menulis secara akademik, digital marketing, pengembangan produk, analisis data, kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), cloud computing, working with people, penggunaan teknologi.
Investasi dan lapangan pekerjaan di industri yang membutuhkan kompetensi masa depan juga kini tumbuh secara cepat. Berdasarkan statistik, Korea Selatan kini menjadi investor ketiga terbesar di Indonesia. Investasi yang ditanamkan mayoritas di bidang manufaktur dan digital.
Lihat Juga :