Prof. Roosseno Peroleh Anugerah Herman Johannes Award dari KATGAMA
Senin, 21 Februari 2022 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bidang pendidikan, Roosseno memiliki peran penting dalam proses pemindahan lembaga pendidikan tinggi teknik Bandung ke Yogyakarta karena kondisi perang. Lalu, lahir sekolah teknik di Yogyakarta pada 17 Februari 1946 yang diketuai oleh Roosseno. Sekolah inilah yang menjadi cikal bakal Fakultas Teknik UGM.
Tak hanya itu, Roosseno juga tercatat sebagai promotor pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada di Yogyakarta. Sekolah Teknik Yogyakarta kemudian bergabung dengan perguruan tinggi Gadjah Mada ini sebagai embrio lahirnya Universitas Gadjah Mada.
Roosseno merupakan insinyur sipil, lulus dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1932. Ia dikenal sebagai “Bapak Beton” karena telah melahirkan berbagai karya besar di Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah jembatan Rantau Beringin dan Rajamandala, serta berbagai bangunan lain yaitu kubah Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Gedung Bank Indonesia, Gedung Bank BNI dan BDN, Wisma Nusantara, termasuk Gedung Sarinah serta berbagai pelabuhan dan sarana olahraga.
Roosseno juga berkarier pada berbagai bidang. Pada bidang akademik, pada tahun 1944-1945 Roosseno memperoleh gelar Guru Besar di Bandung Kogyo Daigaku (nama TH Bandung setelah dikuasai Jepang). Tahun 1945-1946, Roosseno menjadi ketua STT Bandung.
Tak hanya itu, Roosseno juga tercatat sebagai promotor pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada di Yogyakarta. Sekolah Teknik Yogyakarta kemudian bergabung dengan perguruan tinggi Gadjah Mada ini sebagai embrio lahirnya Universitas Gadjah Mada.
Roosseno merupakan insinyur sipil, lulus dari Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1932. Ia dikenal sebagai “Bapak Beton” karena telah melahirkan berbagai karya besar di Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah jembatan Rantau Beringin dan Rajamandala, serta berbagai bangunan lain yaitu kubah Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Gedung Bank Indonesia, Gedung Bank BNI dan BDN, Wisma Nusantara, termasuk Gedung Sarinah serta berbagai pelabuhan dan sarana olahraga.
Roosseno juga berkarier pada berbagai bidang. Pada bidang akademik, pada tahun 1944-1945 Roosseno memperoleh gelar Guru Besar di Bandung Kogyo Daigaku (nama TH Bandung setelah dikuasai Jepang). Tahun 1945-1946, Roosseno menjadi ketua STT Bandung.
Lihat Juga :