UGM Kembangkan Pewarna Alami Tekstil dari Kayu Merbau Papua
Rabu, 23 Februari 2022 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi untuk Optimalkan Kelayakan Finansial PLTSa
Sebagai ketua tim INDI UGM ini, Edia menyebutkan produk samping dan limbah dari hasil hutan di Papua bisa mencapai 20-40% dari total massa pohon. Sayangnya selama ini limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal dan biasanya dibuang begitu saja ke lingkungan atau dibakar sehingga menjadi masalah di lingkungan.
Melalui pendanaan dari Kemendikbudristek pihaknya telah mengirim alat untuk miniplant bersumber dari Program Dana Padanan atau Matching Fund ke Papua.
Pada 2021 Batch 9 Kedaireka DIKTI dan dilaksanakan dengan pengawalan Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM dan dana dari mitra. Pihaknya telah memproduksi alat untuk pengolahan serbuk alami tersebut yang dikelola oleh CV Karui Jayapura.
Baca juga: Keren, Mahasiswa Unpad Ciptakan Produk Skincare Bisa Dikonsumsi
“Serbuk pewarna alami ini bisa mencapai 1,4 kuintal per hari karena bahan baku melimpah,” katanya.
Sebagai ketua tim INDI UGM ini, Edia menyebutkan produk samping dan limbah dari hasil hutan di Papua bisa mencapai 20-40% dari total massa pohon. Sayangnya selama ini limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal dan biasanya dibuang begitu saja ke lingkungan atau dibakar sehingga menjadi masalah di lingkungan.
Melalui pendanaan dari Kemendikbudristek pihaknya telah mengirim alat untuk miniplant bersumber dari Program Dana Padanan atau Matching Fund ke Papua.
Pada 2021 Batch 9 Kedaireka DIKTI dan dilaksanakan dengan pengawalan Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM dan dana dari mitra. Pihaknya telah memproduksi alat untuk pengolahan serbuk alami tersebut yang dikelola oleh CV Karui Jayapura.
Baca juga: Keren, Mahasiswa Unpad Ciptakan Produk Skincare Bisa Dikonsumsi
“Serbuk pewarna alami ini bisa mencapai 1,4 kuintal per hari karena bahan baku melimpah,” katanya.
Lihat Juga :