Ini Sederet Negara dengan Jam Sekolah Terpendek di Dunia
Kamis, 24 Februari 2022 - 05:30 WIB
loading...
Sekolah di Negara Finlandia. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Negara dengan jam sekolah terpendek di dunia, tidak bikin pusing dan membuat iri siswa-siswi di negara yang mempunyai jam sekolah panjang. Jam sekolah di setiap negara mempunyai peraturan dan kebijakan yang berbeda-beda. Ada negara yang mempunyai jam sekolah hingga 7,5 jam, adapula negara yang menetapkan jam sekolah hanya 5 jam per hari.
Tentunya mempunyai jam sekolah yang pendek menjadi keinginan banyak siswa-siswi . Kerap kali jam sekolah yang terlalu panjang membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif, karena siswa-siswi sudah tidak fokus dengan apa yang dijelaskan oleh guru-guru di Sekolah.
Baca juga: 4 Sekolah Kedinasan Paling Diminati Pelajar, Otomatis PNS dan Karier Terjamin
Belum lagi waktu istirahat yang terbilang cukup sebentar, dan adanya PR yang cukup banyak diberikan oleh guru-guru membuat siswa-siswi terlalu lelah.
Hal-hal seperti di atas kerap kali menjadi salah satu faktor yang membuat siswa-siswi menjadi tidak suka belajar, menganggap belajar adalah suatu kegiatan yang memusingkan, dan mereka hanya ingin bermain.
Karena, hampir keseluruhan waktu mereka habis hanya untuk mendengarkan guru di sekolah, berdiskusi dengan teman terkait pembelajaran, mengerjakan latihan-latihan soal, dan mengerjakan PR yang begitu banyak, tidak hanya di satu mata pelajaran, tapi di beberapa mata pelajaran lainnya juga diberikan PR di hari yang sama.
Baca juga: Raih Perak ISPO 2022, MAN 1 Kudus Jaga Tradisi Ikut Kompetisi Riset Internasional
Tentunya mempunyai jam sekolah yang pendek menjadi keinginan banyak siswa-siswi . Kerap kali jam sekolah yang terlalu panjang membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang efektif, karena siswa-siswi sudah tidak fokus dengan apa yang dijelaskan oleh guru-guru di Sekolah.
Baca juga: 4 Sekolah Kedinasan Paling Diminati Pelajar, Otomatis PNS dan Karier Terjamin
Belum lagi waktu istirahat yang terbilang cukup sebentar, dan adanya PR yang cukup banyak diberikan oleh guru-guru membuat siswa-siswi terlalu lelah.
Hal-hal seperti di atas kerap kali menjadi salah satu faktor yang membuat siswa-siswi menjadi tidak suka belajar, menganggap belajar adalah suatu kegiatan yang memusingkan, dan mereka hanya ingin bermain.
Karena, hampir keseluruhan waktu mereka habis hanya untuk mendengarkan guru di sekolah, berdiskusi dengan teman terkait pembelajaran, mengerjakan latihan-latihan soal, dan mengerjakan PR yang begitu banyak, tidak hanya di satu mata pelajaran, tapi di beberapa mata pelajaran lainnya juga diberikan PR di hari yang sama.
Baca juga: Raih Perak ISPO 2022, MAN 1 Kudus Jaga Tradisi Ikut Kompetisi Riset Internasional
Lihat Juga :