Kiat Menulis dari Mahasiswi Unesa dengan Sederet Prestasi dan Terbitkan Buku Sendiri
Jum'at, 04 Maret 2022 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Dian kini makin aktif menulis di berbagai media dan sampai sekarang aktif sebagai penulis lepas. Ia terus meningkatkan kemampuanya hingga harus masuk Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa.
Ia menerangkan, inspirasinya dalam menulis tidak hanya bersumber dari pengalaman pribadi, tetapi juga didapatkan dari lingkungan sekitar seperti pengalaman orang lain dan kondisi lingkungan sekitar.
“Menurut saya untuk menulis tidak hanya perlu membuka mata penulis, tetapi penulis juga harus membuka hati atau perasaannya sendiri. Sebab menulis itu harus melibatkan mata dan rasa agar tulisannya lebih menyentuh pembaca,” imbuhnya.
Perempuan 21 tahun ini membeberkan seputar tema-tema puisi yang berhasil keluar menjadi juara. Adapun tema-tema yang dimaksud yaitu ‘Perasaan’ dan ‘Bias Semiotika’. Dua tema tersebut berhasil menjadi juara.
“Saya ibaratkan puisi berisi tentang hitam dan putih karena terkadang antara perasaan dan kenyataan kadang tidak sesuai, sehingga sebagian besar orang selalu merasakan gejolak antara rasa dan logika, saya berusaha mengungkapkan gejolak itu,” katanya.
Dalam menulis dan mengembangkan potensinya, Dian tentu menghadapi beberapa tantangan, salah satunya ketika menghadirkan unsur rasa dalam tulisan. Biasanya itu terjadi ketika penulis terjebak atau dikejar oleh deadline. Untuk mengatasinya, ia biasanya meminta pendapat orang terdekat.
Ia menerangkan, inspirasinya dalam menulis tidak hanya bersumber dari pengalaman pribadi, tetapi juga didapatkan dari lingkungan sekitar seperti pengalaman orang lain dan kondisi lingkungan sekitar.
“Menurut saya untuk menulis tidak hanya perlu membuka mata penulis, tetapi penulis juga harus membuka hati atau perasaannya sendiri. Sebab menulis itu harus melibatkan mata dan rasa agar tulisannya lebih menyentuh pembaca,” imbuhnya.
Perempuan 21 tahun ini membeberkan seputar tema-tema puisi yang berhasil keluar menjadi juara. Adapun tema-tema yang dimaksud yaitu ‘Perasaan’ dan ‘Bias Semiotika’. Dua tema tersebut berhasil menjadi juara.
“Saya ibaratkan puisi berisi tentang hitam dan putih karena terkadang antara perasaan dan kenyataan kadang tidak sesuai, sehingga sebagian besar orang selalu merasakan gejolak antara rasa dan logika, saya berusaha mengungkapkan gejolak itu,” katanya.
Dalam menulis dan mengembangkan potensinya, Dian tentu menghadapi beberapa tantangan, salah satunya ketika menghadirkan unsur rasa dalam tulisan. Biasanya itu terjadi ketika penulis terjebak atau dikejar oleh deadline. Untuk mengatasinya, ia biasanya meminta pendapat orang terdekat.
Lihat Juga :