Perjuangan Mahasiswi UNY, Putri Sopir Bus Malam yang Lulus Cumlaude dan Raih IPK 3,82

Senin, 14 Maret 2022 - 10:36 WIB
loading...
Perjuangan Mahasiswi...
Mahasiswi UNY Olivia Nike Purnomo. Foto/Tangkap layar laman UNY
A A A
JAKARTA - Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Pepatah ini masih relevan pada era sekarang. Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ) Olivia Nike Purnomo, anak kedua pasangan Yoyok Purnomo, seorang sopir bus malam dan Sri Yatmi, seorang penjual bakmi dan nasi goreng membuktikan pepatah itu.

Nike, panggilan akrabnya, berhasil meraih predikat cumlaude pada wisuda UNY periode Februari 2022 dengan IPK 3,82. Mahasiswa prodi pendidikan akuntansi Fakultas Ekonomi tersebut mengatakan, walau keluarganya termasuk golongan menengah kebawah namun dalam hal pendidikan orang tuanya sangat memperhatikan.

“Saat duduk di bangku SD, orangtua saya kesulitan membayar SPP anak-anaknya, karena kebetulan kami bersekolah di sekolah swasta yang pada saat itu nominalnya terbilang mahal untuk kami” kenang Nike mengutip laman resmi UNY, Senin (14/3/2022).

Bahkan dia pernah diminta guru tinggal kelas karena belum mengambil rapor kenaikan kelas karena untuk mengambil rapor SPP harus sudah lunas. Walaupun penuh rintangan namun dapat terlewati dan Nike bisa masuk SMP negeri dengan gratis.

Diterimanya Nike di SMP negeri cukup meringankan beban Yoyok Purnomo dan Sri Yatmi, yang saat itu harus membiayai kakak Nike sekolah SMA dan adik Nike di SD. Lingkungan pendidikan di SMP pun menyenangkan sehingga hal tersebut memotivasi Nike untuk meneruskan ke SMA negeri dan berhasil diterima di SMAN 3 Magelang, SMA negeri favorit di kota Magelang.

Baca: Hilirisasi Riset dan Inovasi, UNS Luncurkan Sebelas Maret Startup Academy

Selama di SMP Nike mendapat bantuan BOS sehingga SPP gratis sampai lulus. Hal ini membuat bangga orang tuanya. Saat SMA, warga Perum Bagongan Asri, Sukorejo, Mertoyudan, Magelang tersebut masuk jurusan IPA namun kurang cocok karena membutuhkan les di luar sekolah tetapi ekonomi keluarga tidak memungkinkan.

“Akhirnya di kelas 2 saya memberanikan diri pindah ke IPS dan pilihan ini tidak salah karena saya suka dengan pelajaran IPS terutama akuntansi” ujarnya.

Nilainya naik bahkan masuk rangking atas, sampai di kelas 3 mulai memasuki masa-masa ujian akhir. Dia mengaku hingga kelas 3 dia tidak pernah ikut les/bimbel, tidak punya akses internet di rumah sehingga selama sekolah Nike hanya bisa mengandalkan buku pelajaran dan guru.

Keterbatasan itu pula yang membuatnya tidak memiliki pengetahuan tentang seleksi masuk perguruan tinggi. Nike mengikuti SNMPTN namun gugur karena pindah jurusan. Ikut SBMPTN juga gagal karena ketidaktahuan materi tes yang tidak diajarkan di sekolah sehingga hanya belajar materi SBMPTN dari 1 buku latihan yang dibelikan orang tuanya.

Secara tidak sengaja Nike mengetahui UNY masih membuka program Seleksi Mandiri dan memberanikan diri mendaftar dengan memilih pendidikan akuntansi sebagai pilihan pertama dan akuntansi sebagai pilihan kedua. Nike memang menyukai akuntansi dan cita-citanya sedari kecil ingin menjadi guru yang memberi ilmu tanpa pilih kasih.

Nike hanya mengandalkan latihan soal dari buku SBMPTN yang lalu karena tidak tega kalau minta dibelikan lagi. Keberuntungan berpihak pada Nike, dia diterima di UNY pada pilihan 1 dan mendapatkan UKT rendah. Kegembiraan diterima di perguruan tinggi favorit bertambah setelah UNY mengundangnya untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

Gadis kelahiran Magelang 5 September 1999 itu memaparkan selama perkuliahan dia berusaha mengikuti mata kuliah sebaik mungkin mengingat usaha orang tuanya sangat besar untuk bisa mengkuliahkannya.

Namun ternyata pandemi covid melanda sehingga ayahnya tidak bekerja dalam waktu yang lama. Ibunya mulai berjualan nasi goreng, kue kering, dan nasi kotak untuk kebutuhan sehari-hari. Sejak itu hingga sekarang Nike dan adik semata wayangnya membantu ibu berjualan.

Baca juga: Suka Amati Konflik Rusia-Ukraina, Ini Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Kalian

Pagi-siang persiapan bahan, sore-malam berjualan. Saat pandemi berlangsung kuliah di online-kan sehingga dapat menghemat uang kos. Pada awal 2021 Nike mulai mengajar les privat pada beberapa anak SD-SMP. Akhirnya dia mengerjakan tugas akhir skripsi dibarengi membantu ibunya berjualan dan di sela-sela mengajar les privat.

Nike tidak pernah menunda mengerjakan revisi dari dosen pembimbing dengan harapan skripsinya cepat selesai. Dikerjakan secara marathon, Nike biasanya mengerjakan 1 bab per hari bahkan pernah mengerjakan bab 1, 2 dan 3 dalam waktu 2 hari.

Hingga akhirnya Januari 2022 Nike yudisium dan ikut wisuda di bulan Februari. Nike bersyukur diberi kesempatan, didukung oleh keluarga inti dan keluarga besar untuk tetap sekolah.

“Kedua orang tua saya yang hanya sopir bus dan penjual nasi goreng dapat mengantarkan anaknya bergelar sarjana, hanya ini kebahagiaan yang bisa saya berikan untuk mereka," tuturnya.

"Selama sekolah dan kuliah, saya menyadari disiplin itu penting tetapi juga harus diimbangi sifat legowo supaya kalau ekspektasi tidak terwujud maka diri bisa menerima dan tidak berlarut-larut dalam kecewa,” tutup Nike.
(nz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kombinasi Teknologi...
Kombinasi Teknologi dan Kepekaan Sosial, Kunci Lulusan Perguruan Tinggi Hadapi Era Digital
Wisuda Untar Angkat...
Wisuda Untar Angkat Semangat Generasi Unggul, Berkarakter, dan Bebas Narkoba
Haru, Ibu Wakili Wisuda...
Haru, Ibu Wakili Wisuda Anaknya yang Meninggal Dunia saat Menolong Sahabat di UPN Jogja
SMK Maharati Wisuda...
SMK Maharati Wisuda Angkatan Ketiga, Wujud Komitmen Pendidikan PAMA di Pedalaman
Wisudawan Termuda Undip...
Wisudawan Termuda Undip Usia 18 Tahun, Pato Sayyaf Lulus S1 Fisika dengan IPK 3,68
Cerita Bella Putri Maharani,...
Cerita Bella Putri Maharani, Raih Gelar Doktor UGM di Usia Muda dengan IPK 3,98
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Azriel Bakal Wisuda...
Azriel Bakal Wisuda Bareng Anang dan Ashanty di Unair, Sebut Kado Terbesar Tahun Ini
Universitas Pelita Harapan...
Universitas Pelita Harapan Wisuda 4.469 Lulusan dan Anugerahkan Gelar Honoris Causa bagi Pelopor Pendidikan Papua
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved