Kisah Tiara, Wisudawan Termuda ITS Lulus di Usia 19 Tahun
Sabtu, 26 Maret 2022 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
Tidak seperti sebelumnya, Tiara waktu itu sempat menikmati masa berharganya di SMA. Pasalnya, ia dapat aktif mengikuti ekstrakurikuler yang diinginkan karena dirinya termasuk yang telah memenuhi kualifikasi di program tersebut. Tiara mengungkapkan jika sempat ikut pramuka yang kegiatannya cukup padat. Menurutnya, semua bisa dinikmati asalkan bisa membagi waktu dengan seimbang.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Tips Lolos UTBK-SBMPTN Jurusan Soshum
“Karena walau momen emas di SMA saya cepat bukan berarti saya tidak bisa merasakannya dengan teman-teman yang lain, dan di lain hal tentu akademik tetap menjadi nomor satu,” tegas gadis kelahiran 1 Desember 2002 ini.
Motivasinya untuk menjadi siswi akselerasi waktu itu datang dari sang kakak. Karena saat itu kakaknya mengikuti program serupa dan mampu menjalaninya dengan baik. Di sisi lain, ia ingin meringankan beban dan dapat dukungan orang tuanya. Dari hal tersebutlah, ia mantap bertekad untuk menjadi pembelajar tercepat di angkatannya.
Setelah lulus dari SMA, bungsu dari tiga bersaudara ini memilih jurusan Statistika di ITS sebagai langkah selanjutnya dalam menempuh ilmu. Ia menuturkan, dahulu menjadi aktuaris adalah mimpi bagi seorang Tiara, karena aktuaris merupakan profesi yang dibutuhkan dan sedang banyak peminat.
Melihat hal tersebut, saat itu Program Studi (Prodi) Aktuaria ITS sempat menjadi targetnya. Namun melihat Departemen Statistika ITS telah mempunyai kerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan mempunyai akreditasi yang bagus, ia akhirnya memilih departemen tersebut. “Tapi seiring berjalannya kuliah saya tidak minat jadi aktuaris lagi sih,” ungkapnya sambil tertawa ringan.
Menjadi yang termuda di angkatannya, tidak membuat putri dari Enik Sukamti dan Choirul Anwar ini merasakan kesusahan yang berarti. Dari sisi akademik, Tiara mendapatkan banyak dukungan sekaligus bantuan dari sesama temannya, termasuk juga untuk hal yang di luar akademiknya.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Tips Lolos UTBK-SBMPTN Jurusan Soshum
“Karena walau momen emas di SMA saya cepat bukan berarti saya tidak bisa merasakannya dengan teman-teman yang lain, dan di lain hal tentu akademik tetap menjadi nomor satu,” tegas gadis kelahiran 1 Desember 2002 ini.
Motivasinya untuk menjadi siswi akselerasi waktu itu datang dari sang kakak. Karena saat itu kakaknya mengikuti program serupa dan mampu menjalaninya dengan baik. Di sisi lain, ia ingin meringankan beban dan dapat dukungan orang tuanya. Dari hal tersebutlah, ia mantap bertekad untuk menjadi pembelajar tercepat di angkatannya.
Setelah lulus dari SMA, bungsu dari tiga bersaudara ini memilih jurusan Statistika di ITS sebagai langkah selanjutnya dalam menempuh ilmu. Ia menuturkan, dahulu menjadi aktuaris adalah mimpi bagi seorang Tiara, karena aktuaris merupakan profesi yang dibutuhkan dan sedang banyak peminat.
Melihat hal tersebut, saat itu Program Studi (Prodi) Aktuaria ITS sempat menjadi targetnya. Namun melihat Departemen Statistika ITS telah mempunyai kerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan mempunyai akreditasi yang bagus, ia akhirnya memilih departemen tersebut. “Tapi seiring berjalannya kuliah saya tidak minat jadi aktuaris lagi sih,” ungkapnya sambil tertawa ringan.
Menjadi yang termuda di angkatannya, tidak membuat putri dari Enik Sukamti dan Choirul Anwar ini merasakan kesusahan yang berarti. Dari sisi akademik, Tiara mendapatkan banyak dukungan sekaligus bantuan dari sesama temannya, termasuk juga untuk hal yang di luar akademiknya.
Lihat Juga :