Penerapan Sistem Zonasi Berdampak Positif Bagi Anak

Kamis, 18 Juni 2020 - 10:57 WIB
loading...
Penerapan Sistem Zonasi...
Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Saban pembukaan tahun ajaran baru, para orang tua, sekolah, dan Dinas Pendidikan disibukkan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) . Masalah klasiknya, perebutan sekolah-sekolah favorit meskipun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan sistem zonasi.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung penerapan sistem zonasi yang sudah berlangsung tiga tahun belakangan ini. Zonasi ini penting untuk memberikan layanan pendidikan yang adil bagi masyarakat.

“Upaya pemerataan mutu pada semua satuan pendidikan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujar Komisioner bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam (17/6/2020).

(Baca: Pemerintah Diminta Deteksi Dini Virus Corona pada Anak Terlantar)

Aturan zonasi ini termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Pasal 11 Permendibud itu menyebutkan PPDB itu menggunakan beberapa jalur, yakni zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan prestasi. Kuota jalur zonasi paling besar, yakni sebesar 50 persen. Disusul jalur afirmasi sebesar 15 persen.

Retno menerangkan kecenderungan peserta didik terpusat pada sekolah unggulan dan favorit lambat laun akan berubah. Semua sekolah harus unggul dan berkualitas. Namun, ini memerlukan upaya tambahan dari pemerintah daerah (pemda), yakni meratakan sarana dan prasarana pendidikan.

(Baca: Cegah Klaster Baru Covid-19, PPDB Harus Dijaga Aparat)

Kebijakan zona ini sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak. Alasannya, ini akan mendekatkan zarak rumah dengan sekolah. Jika anak bersekolah dekat dengan rumah, ada banyak dampak positif bagi anak, seperti tidak lelah menempuh perjalanan jauh dan baik bagi psikologis anak.

Retno mengungkapkan sistem PPDB lama cenderung mengutamakam kecerdasan akademik. Implikasinya, sekolah mengabaikan kecerdasan anak selain akademis.

Dalam teori Multiple Intelligence yang diperkenalkan pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Howard Gardner, ada delapan jenis kecerdasan anak. Delapan itu, antara lain, kecerdasan linguistik, logika atau matematis, intrapersonal, interpersonal, spasial, kinetic, dan naturalis.

“Setiap anak berangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut,” ucap Retno mengutip teori tersebut
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Azril Bocah Cemong yang...
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Inspiratif! Ayah, Ibu,...
Inspiratif! Ayah, Ibu, dan Anak Wisuda Bareng di Universitas Brawijaya
Riwayat Pendidikan Camillia...
Riwayat Pendidikan Camillia Azzahra, Anak Ridwan Kamil yang Diduga Pindah Agama
Riwayat Pendidikan Anak...
Riwayat Pendidikan Anak Najwa Shihab, Izzat Ibrahim Assegaf
4 Jalur Penerimaan Murid...
4 Jalur Penerimaan Murid Baru di SPMB 2025, Ada Kuota Baru untuk Pengurus OSIS!
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Rekomendasi
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Berita Terkini
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved