Mahasiswa FKUI Raih Emas di Kompetisi Agreetion 2022
Minggu, 24 April 2022 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sederet Jurusan Kuliah Bergaji Fantastis hingga Rp100 Juta per Bulan, Tertarik?
Chitosan ini merupakan bahan yang ramah lingkungan (Biodegradable) dan telah diaplikasikan ke berbagai produk seperti lapisan antimikroba pada food packaging, penutup luka karena mampu membentuk gel, bahkan telah digunakan dalam pengobatan dan rekayasa jaringan (Tissue Engineering).
“Karena chitosan memiliki efek antimikroba dan kemampuan membentuk suatu lapisan gel, chitosan dipakai untuk mengawetkan makanan secara alami seperti buah-buahan, ikan, dan sebagainya. Produk yang mengawetkan makanan untuk produk ikan kami disebut Edible Coating. Saat ini terdapat berbagai bahan yang digunakan untuk Edible Coating seperti monoglycerida terasetilase dengan protein whey, kalsium alginat yang dilapisi cinnamon, dan EDTA dengan nisin,” kata Farhan.
Edible Coating yang digunakan oleh tim mahasiswa FKUI adalah Chitosan dikombinasikan dengan glycerol yang dapat meningkatkan penyimpanan bahan pangan ikan hingga 13 hari lamanya. “Kami ingin menghadirkan dan mengajak masyarakat untuk mengenal Chitosan lebih dalam, yang merupakan salah satu jenis Edible Coating dengan ketahanan paling lama sejauh ini.
Mudah-mudahan ini dapat menjadi solusi untuk menyimpan ikan segar dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa formalin dan jelas akan meningkatkan kesehatan masyarakat dalam jangka Panjang,” ujar Farhan. Pencapaian Farhan dan rekan-rekannya ini diumumkan secara daring pada, Minggu 27 Maret 2022.
Keberhasilan langkah tim mahasiswa FKUI hingga meraih medali emas ini tidak terlepas dari peran dosen yang telah memberikan bimbingan kepada mereka sejak masa persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Chitosan ini merupakan bahan yang ramah lingkungan (Biodegradable) dan telah diaplikasikan ke berbagai produk seperti lapisan antimikroba pada food packaging, penutup luka karena mampu membentuk gel, bahkan telah digunakan dalam pengobatan dan rekayasa jaringan (Tissue Engineering).
“Karena chitosan memiliki efek antimikroba dan kemampuan membentuk suatu lapisan gel, chitosan dipakai untuk mengawetkan makanan secara alami seperti buah-buahan, ikan, dan sebagainya. Produk yang mengawetkan makanan untuk produk ikan kami disebut Edible Coating. Saat ini terdapat berbagai bahan yang digunakan untuk Edible Coating seperti monoglycerida terasetilase dengan protein whey, kalsium alginat yang dilapisi cinnamon, dan EDTA dengan nisin,” kata Farhan.
Edible Coating yang digunakan oleh tim mahasiswa FKUI adalah Chitosan dikombinasikan dengan glycerol yang dapat meningkatkan penyimpanan bahan pangan ikan hingga 13 hari lamanya. “Kami ingin menghadirkan dan mengajak masyarakat untuk mengenal Chitosan lebih dalam, yang merupakan salah satu jenis Edible Coating dengan ketahanan paling lama sejauh ini.
Mudah-mudahan ini dapat menjadi solusi untuk menyimpan ikan segar dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa formalin dan jelas akan meningkatkan kesehatan masyarakat dalam jangka Panjang,” ujar Farhan. Pencapaian Farhan dan rekan-rekannya ini diumumkan secara daring pada, Minggu 27 Maret 2022.
Keberhasilan langkah tim mahasiswa FKUI hingga meraih medali emas ini tidak terlepas dari peran dosen yang telah memberikan bimbingan kepada mereka sejak masa persiapan hingga pelaksanaan lomba.
Lihat Juga :