Ini Jejak Pendidikan 7 Presiden Indonesia
Kamis, 12 Mei 2022 - 14:46 WIB
loading...
Ini jejak pendidikan 7 presiden Indonesia. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan masa depan.Terkait dengan pendidikan tujuh presiden Indonesia inilah riwayat pendidikan para pemimpin bangsa tersebut.
Menjadi seorang presiden merupakan profesi yang berat sebab menjadi orang nomor satu di suatu negara ini adalah untuk mengambil suatu keputusan yang akan berpengaruh besar bagi jutaan masyarakat yang dipimpinnya.
Oleh karena itu, keandalan mereka menjadi presiden pun salah satunya ditunjang oleh riwayat pendidikan yang mereka tempuh. Lalu bagaimana latar belakang pendidikan para presiden Indonesia?
Baca: Sederet Penghargaan dan Gelar yang Diterima Ma'ruf Amin dari Lembaga Pendidikan
Dikutip dari laman Perpusnas di kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, berikut ini jejak pendidikan tujuh presiden yang memimpin bangsa Indonesia yang menarik kalian ketahui.
1. Soekarno (Masa Bakti 1945-1966)
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, Soekarno tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam.
Kemudian dia melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
2. Soeharto (Masa Bakti 1966-1998)
Presiden kedua Republik Indonesia ini lahir di Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ayahnya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.
Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul.
Soeharto terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Soeharto resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karier militer dan politiknya. Di kemiliteran, Soeharto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
3. Bacharuddin Jusuf Habibie (Masa Bakti 1998-1999)
Menjadi seorang presiden merupakan profesi yang berat sebab menjadi orang nomor satu di suatu negara ini adalah untuk mengambil suatu keputusan yang akan berpengaruh besar bagi jutaan masyarakat yang dipimpinnya.
Oleh karena itu, keandalan mereka menjadi presiden pun salah satunya ditunjang oleh riwayat pendidikan yang mereka tempuh. Lalu bagaimana latar belakang pendidikan para presiden Indonesia?
Baca: Sederet Penghargaan dan Gelar yang Diterima Ma'ruf Amin dari Lembaga Pendidikan
Dikutip dari laman Perpusnas di kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, berikut ini jejak pendidikan tujuh presiden yang memimpin bangsa Indonesia yang menarik kalian ketahui.
1. Soekarno (Masa Bakti 1945-1966)
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, Soekarno tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam.
Kemudian dia melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
2. Soeharto (Masa Bakti 1966-1998)
Presiden kedua Republik Indonesia ini lahir di Kemusuk, Yogyakarta, 8 Juni 1921. Ayahnya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.
Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul.
Soeharto terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Soeharto resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karier militer dan politiknya. Di kemiliteran, Soeharto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
3. Bacharuddin Jusuf Habibie (Masa Bakti 1998-1999)
Lihat Juga :