Mahasiswa FTUI Sabet Juara 2 Ajang Mathematics Modelling Competition 2022 di ITB
Minggu, 15 Mei 2022 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
"Kami menganalisis dinamika populasi diabetes selama pandemi Covid-19 dan menghasilkan model yang terdiri dari sebelas kompartemen, S, D, Dc, I, Id, Ic, R, Rd, Rc, M, dan Md, di mana masing-masing mewakili klasisfikasi populasi berdasarkan kondisi diabetes dan infeksi Covid-19," kata salah satu tim, Alivanza, dalam keterangan pers, Minggu (15/5/2022).
Menambahkan, "Model kemudian dipasang ke data penduduk Indonesia saat ini. Kami mengusulkan lima strategi untuk membantu mengurangi risiko tingkat kematian pada penderita diabetes selama pandemi,” tambahnya.
Menurutnya, kelima strategi tersebut adalah wajib masker dan pembatasan sosial, program vaksinasi massal, program kesadaran diabetes publik, menyediakan perawatan kesehatan yang dapat diakses, dan menerapkan pajak atas makanan tidak sehat, termasuk gula.
“Kelima strategi ini kemudian diimplementasikan dalam tiga skenario yang berbeda. Berdasarkan hasil simulasi, skenario yang paling efektif adalah skenario kedua, yaitu kombinasi dari penerapan wajib masker dan pembatasan sosial, vaksinasi massal program, program kesadaran diabetes publik, dan menyediakan aksesibel perawatan kesehatan. Implementasi strategi kedua menghasilkan penurunan angka kematian pada penderita diabetes sebesar 0,3444%, dari 1,1022% menjadi 0,7578%,” ungkap Daffa.
“Hasil penelitian para mahasiswa ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita diabetes di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Risiko kematian yang meningkat di kalangan penderita diabetes sebagai efek pandemi global Covid-19. Semoga dengan permodelan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa FTUI, dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan pemerintah ke depannya,” kata Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU.
Menambahkan, "Model kemudian dipasang ke data penduduk Indonesia saat ini. Kami mengusulkan lima strategi untuk membantu mengurangi risiko tingkat kematian pada penderita diabetes selama pandemi,” tambahnya.
Menurutnya, kelima strategi tersebut adalah wajib masker dan pembatasan sosial, program vaksinasi massal, program kesadaran diabetes publik, menyediakan perawatan kesehatan yang dapat diakses, dan menerapkan pajak atas makanan tidak sehat, termasuk gula.
“Kelima strategi ini kemudian diimplementasikan dalam tiga skenario yang berbeda. Berdasarkan hasil simulasi, skenario yang paling efektif adalah skenario kedua, yaitu kombinasi dari penerapan wajib masker dan pembatasan sosial, vaksinasi massal program, program kesadaran diabetes publik, dan menyediakan aksesibel perawatan kesehatan. Implementasi strategi kedua menghasilkan penurunan angka kematian pada penderita diabetes sebesar 0,3444%, dari 1,1022% menjadi 0,7578%,” ungkap Daffa.
“Hasil penelitian para mahasiswa ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita diabetes di dunia dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Risiko kematian yang meningkat di kalangan penderita diabetes sebagai efek pandemi global Covid-19. Semoga dengan permodelan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa FTUI, dapat menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan pemerintah ke depannya,” kata Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU.
(mpw)
Lihat Juga :