Strategi Menembus Ketatnya Seleksi Masuk Perguruan Tinggi di AS dan Inggris

Senin, 30 Mei 2022 - 10:08 WIB
loading...
Strategi Menembus Ketatnya...
Harvard University Amerika Serikat. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Perguruan tinggi unggulan di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, seperti kampus-kampus Ivy League, Stanford, MIT, UC Berkeley memang selalu sulit ditembus. Melandainya situasi pandemi di seluruh dunia membuat masuk ke kampus bergengsi ini menjadi lebih sulit karena melonjaknya jumlah pendaftar ke kampus-kampus bergengsi ini. Alhasil, angka rata-rata penerimaan pun menjadi lebih rendah.

Dengan angka rata-rata penerimaan ke universitas-universitas bergengsi di Amerika Serikat dan Inggris mencapai titik terendah tahun ini, peluang siswa Internasional pun semakin mengecil. Namun, siswa-siswi internasional tidak perlu berkecil hati, karena dengan bimbingan konsultan pendidikan berpengalaman seperti Crimson Education, mereka dapat mempersiapkan diri dengan optimal sehingga mereka bisa memaksimalkan peluang diterima perguruan tinggi bergengsi di AS dan Inggris.

Baca juga: Daftar Beasiswa ke Swedia yang Bisa Jadi Pilihan Studi S2

Dalam sesi interview khusus, Vanya Sunanto, Country Manager Crimson Education Indonesia menginformasikan dengan jumlah aplikasi untuk Ivy League, Oxford, Cambridge dan universitas terkemuka dunia lainnya meningkat drastis.

Salah satu contohnya adalah Jumlah calon mahasiswa yang mendaftar di Universitas Harvard yang meningkat hingga 43% (17.000 pendaftar tambahan) dari tahun sebelumnya yang hanya terdiri dari kurang lebih 40.000 pendaftar, sehingga tingkat penerimaan pun turun. Bahkan di beberapa universitas turun hingga di bawah 4%.

“Meroketnya jumlah pendaftar sangat memengaruhi kesempatan calon mahasiswa untuk diterima di universitas-universitas terbaik itu, sehingga persaingan menjadi jauh lebih ketat dan menampilkan profil yang menonjol di formulir pendaftaran menjadi lebih penting dari sebelumnya,” tutur Vanya Sunanto dalam keterangan pers, Senin (30/5/2022).

Baca juga: Beasiswa SINGA Jenjang S3 di Singapura Masih Dibuka, Bebas Usia dan Gratis

Transisi dari pandemi menuju endemi ternyata turut mengembalikan agenda pendidikan yang disiapkan orang tua bagi anak-anaknya, termasuk pendidikan tinggi di universitas terbaik di luar negeri sesuai minat dan bakat anaknya. Sejumlah universitas bergengsi di AS dan Inggris mulai dari Harvard hingga Oxford, Stanford hingga Cambridge telah memiliki reputasi keunggulan mereka.

Institusi-institusi ini mendominasi peringkat universitas top dunia berkat rekam jejak mereka dalam menyediakan pendidikan unggul bagi para mahasiswa dan masa depan profesional yang mengikutinya.

Saat mengumumkan angka rata-rata penerimaan mereka pada Ivy Day di akhir Maret lalu, 8 universitas Ivy League — Brown, Columbia, Cornell, Dartmouth, Harvard, Princeton, University of Pennsylvania, dan Yale — melaporkan tingkat penerimaan terendah dalam sejarah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Beasiswa Garuda 2026...
Beasiswa Garuda 2026 Gelombang II Resmi Dibuka, Kuliah S1 Gratis di Kampus Terbaik Dunia
Hebat! Siswi MAN 1 Pekanbaru...
Hebat! Siswi MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Universitas Luar Negeri, Kantongi 4 Beasiswa
Beasiswa Ellison Scholars...
Beasiswa Ellison Scholars 2027: Kuliah S1 Gratis di Oxford University untuk WNI
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Bohongi AS, Ilmuwan...
Bohongi AS, Ilmuwan Harvard Justru Bantu China Membangun 'Tentara Super'
Kepala BPOM Bahas Dampak...
Kepala BPOM Bahas Dampak Dampak Kesehatan Global di Harvard Medical School
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Berita Terkini
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved