Inovasi Baru Bidang Peternakan, Peneliti IPB Ciptakan Varietas Baru Ayam Lokal
Kamis, 23 Juni 2022 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip dari riset Prof Cece tentang pengembangan ayam lokal, dimana angka komponen bibit dan pakan ayam di Indonesia hampir 90 persen impor. Sedangkan dalam memenuhi konsumsi daging dan telur ayam, produksi ayam lokal hingga kini masih menghadapi berbagai kendala. Seperti biaya manajemen pemeliharaan secara intensif.
“Konsep ayam ini cukup dilematis. Karena ketika bobot seekor ayam tinggi, justru menjadi rentan terkena penyakit. Permasalahan ini yang tengah kami pecahkan,” jelasnya.
Keunggulan yang dihadirkan melalui ayam IPB-D2 adalah ia memiliki bobot yang lebih tinggi dan ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik daripada ayam IPB-D1 dan IPB-D3. Ia mengungkapkan, saat ini ayam IPB-D2 telah melalui persilangan selama lima generasi.
“Ayam IPB-D2 merupakan hasil evaluasi kami dari ayam IPB-D1, begitupun juga dengan ayam IPB-D3. Karakteristik galur ayam IPB-D2 ini memiliki antibodi yang lebih kuat dari ayam ras atau broiler. Dan bobot potong lebih tinggi dari ayam lokal (kampung),” sebutnya saat mendiseminasikan proses penelitiannya pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (monev) Internal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University di lokasi mitra, Boyolali, Jawa Tengah.
“Ke depannya ayam IPB akan menyesuaikan dengan kondisinya. Ayam IPB-D3 diperuntukkan sebagai komersil, sedangkan ayam IPB-D2 akan dikembangbiakkan di perkampungan karena lebih tahan penyakit. Sementara itu, ayam IPB-D1 masih perlu dikembangkan kembali,” tambahnya.
“Konsep ayam ini cukup dilematis. Karena ketika bobot seekor ayam tinggi, justru menjadi rentan terkena penyakit. Permasalahan ini yang tengah kami pecahkan,” jelasnya.
Keunggulan yang dihadirkan melalui ayam IPB-D2 adalah ia memiliki bobot yang lebih tinggi dan ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik daripada ayam IPB-D1 dan IPB-D3. Ia mengungkapkan, saat ini ayam IPB-D2 telah melalui persilangan selama lima generasi.
“Ayam IPB-D2 merupakan hasil evaluasi kami dari ayam IPB-D1, begitupun juga dengan ayam IPB-D3. Karakteristik galur ayam IPB-D2 ini memiliki antibodi yang lebih kuat dari ayam ras atau broiler. Dan bobot potong lebih tinggi dari ayam lokal (kampung),” sebutnya saat mendiseminasikan proses penelitiannya pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (monev) Internal dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University di lokasi mitra, Boyolali, Jawa Tengah.
“Ke depannya ayam IPB akan menyesuaikan dengan kondisinya. Ayam IPB-D3 diperuntukkan sebagai komersil, sedangkan ayam IPB-D2 akan dikembangbiakkan di perkampungan karena lebih tahan penyakit. Sementara itu, ayam IPB-D1 masih perlu dikembangkan kembali,” tambahnya.
Lihat Juga :