Profesor IPB Jadi Ilmuwan Indonesia Pertama Peraih Doktor Kehormatan dari Universitas Helsinki Finlandia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 19:24 WIB
loading...
Profesor IPB Jadi Ilmuwan Indonesia Pertama Peraih Doktor Kehormatan dari Universitas Helsinki Finlandia
Profesor IPB jadi ilmuwan Indonesia pertama peraih Doktor Kehormatan dari Universitas Helsinki Finlandia. Foto/Humas IPB University.
A A A
JAKARTA - Dedikasi dan riset selama puluhan tahun di bidang ekosistem, lahan gambut , dan perubahan iklim membuahkan hasil yang manis. Momen inilah yang dirasakan Prof Daniel Murdiyarso, Guru Besar IPB University dari Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sebagai bagian dari tradisi Universitas Helsinki, Finlandia, gelar kehormatan diberikan kepada individu yang terpilih dalam sebuah upacara penganugerahan. Tahun 2022 ini, dipilih 30 ilmuwan dan tokoh masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk menerima gelar kehormatan tersebut.

Prof Daniel mendapatkan gelar doktor kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari universitas tertua di Finlandia itu. Ia merupakan satu-satunya ilmuwan Indonesia dan yang pertama menerima gelar kehormatan tersebut.

Setelah lebih dari 30 tahun berkarir, ia menjadi salah satu dari delapan ilmuwan yang menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Helsinki. Seremonial pengukuhan telah dilakukan pada 17 Juni 2022 setelah tertunda sejak 2020 akibat pandemi COVID-19.

Baca: Pengumuman SBMPTN 2022, Ini 5 Prodi yang Jadi Primadona di ITERA

Ia mengaku sangat bersyukur dan bangga atas penganugerahan tersebut. Dari berbagai kriteria dan bidang keilmuan yang diseleksi oleh tim panitia, bentuk pengabdiannya di bidang kehutanan dan iklim mendapatkan pengakuan.

Menurutnya, alasan ia terpilih adalah bidang riset yang digelutinya terbilang unik. “Dari pembacaan anugerah oleh Universitas Helsinki, yang menjadi kunci mengapa saya terpilih adalah bagaimana secara konsisten saya mengangkat isu yang tidak terlalu populer atau tidak terlalu disukai karena objeknya adalah hutan di lahan gambut,” katanya, melalui siaran pers, Sabtu (25/6/2022).

Menurutnya, secara fisik, penelitian di bidang itu sangat berat, berbahaya dan mahal. Kelancaran risetnya selama ini tidak lepas dari partisipasi mahasiswa dan tim peneliti IPB University.

“Luaran penelitian tersebut sangat strategis untuk membantu pengambilan kebijakan, khususnya yang terkait dengan pengendalian perubahan iklim. Di samping tentu saja meningkatkan kapasitas generasi muda,” imbuhnya.

Baca juga: Gagal di SBMPTN Bukan Akhir Segalanya, ITERA Masih Buka Jalur SMMPTN

Hadiah ini diakui tidak hanya untuk dirinya karena harus ada tindak lanjut. Dua negara, Indonesia dan Finlandia terutama perguruan tingginya, termasuk IPB University memiliki peluang menjalin kerja sama untuk mengatasi masalah yang dihadapi kedua negara, yaitu kelestarian ekosistem gambut. Dimulai dengan kerja sama ilmiah sebagai diplomasi iklim untuk mempererat hubungan antara Finlandia dan Indonesia.

“University of Helsinki dan IPB University harus memimpin di bidang yang terkait dengan masa depan planet bumi dan generasi muda. IPB University bisa berkontribusi dengan berbagai kelebihannya dan flagship isu-isu daerah tropis. Paling tidak itu harapan saya untuk almamater,” kata Prof Daniel.

Dalam kesempatan minum teh di rumah kediaman Duta Besar Republik Indonesia, HE Ratu Sylvia Gayatri – yang juga hadir dalam upacara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan, Ratu Sylvia sempat membahas bagaimana ke depannya. Topik terkait dengan lahan gambut, karena kedua negara memiliki tantangan dan peluang yang sama, akan dijajaki. Tidak hanya dari segi ilmiah tapi juga alasan persahabatan kedua negara.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1688 seconds (11.252#12.26)